Upaya Sumsel tingkatkan produksi batu bara dan nilai tambah

id Upaya sumsel, tingkatkan produksi, batubara, nilai tambah, babaranjang, angkutan batubara,berita sumsel, berita palembang

Upaya Sumsel tingkatkan produksi batu bara dan  nilai tambah

Angkutan batu bara melalui jalur Sungai Musi Palembang. ANTARA/Yudi Abdullah/23

Tingkatkan produksi

BUMN bidang pertambangan batu bara PT Bukit Asam secara bertahap meningkatkan produksi. Target produksi pada 2021 sekitar 30 juta ton, secara bertahap diupayakan meningkat hingga tahun 2025 mencapai 72,5 juta ton seiring peningkatan kapasitas angkutan batu bara terpenuhi oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Dirut PT BA Asral Ismail menjelaskan bahwa pihaknya menilai peningkatan produksi sangat relevan mengingat cadangan batu bara di salah satu lokasi pertambangan yakni di Tanjung Enim, Sumsel, tergolong masih tinggi yakni mencapai 3 miliar ton batu bara.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, dari total sumber daya batu bara nasional 149,01 miliar ton, Sumsel berkontribusi sekitar 43 miliar ton.

Adapun dari cadangan batu bara nasional yang mencapai 37,60 miliar ton, Sumsel berkontribusi 9,3 miliar ton, kata Dirut PT BA.

Sementara Asosiasi Pertambangan Batu Bara Sumatera Selatan mendorong anggotanya untuk meningkatkan produksi hingga ratusan juta ton per tahun seperti yang dicapai Kalimantan, guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan permintaan luar negeri.

Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Sumsel Andi Asmara menjelaskan bahwa perusahaan pertambangan anggota asosiasi di provinsi ini setiap tahun memproduksi sekitar 50 juta ton batu bara setiap tahun.

Melihat produksi tersebut masih memungkinkan untuk meningkatkan produksi seperti yang dicapai perusahaan di Kalimantan karena potensi batu bara Sumsel cukup besar.

Selain itu, dari penghasil batu bara anggota Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel tercatat 120 perusahaan, namun yang telah berproduksi baru 40 perusahaan.

Produksi batu bara dari anggota asosiasi termasuk perusahaan tambang milik negara PT PT BA berasal dari pertambangan di enam daerah, yakni Kabupaten Muara Enim, Lahat, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musirawas, dan Kabupaten Musirawas Utara.

Produksi terbesar dari penambangan batu bara di enam daerah potensial itu yakni Kabupaten Muara Enim dan Lahat bisa mencapai 25 juta ton lebih per tahun.

Kedua kabupaten tersebut bisa memproduksi batu bara paling banyak dari daerah Sumsel lainnya karena memiliki infrastruktur yang menunjang, seperti adanya angkutan batu bara dengan kereta api dan jalan khusus angkutan truk batu bara ke tempat penumpukan (stockpile) sebelum dikirim ke pembeli di dalam dan luar negeri melalui jalur sungai ataupun laut.

"Untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi batu bara dan meningkatkan kontribusi hasil tambang terhadap pendapatan asli daerah, kami berupaya membangun infrastruktur yang dapat mendukung kelancaran penambangan dan meningkatkan produksi batu bara," ujar Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Sumsel.

Mengenai pemasaran batubara asal provinsi ini sebagian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti pembangkit listrik PT PLN, industri pupuk, semen, tekstil, dan industri keramik.

Adapun perusahaan yang berada di enam kabupaten dalam wilayah Sumsel mengekspor batu bara ke China, India, dan beberapa negara di Asia Tenggara, kata Andi.