Sekayu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, siap mengalih-fungsikan rumah susun sewa (rusunawa) menjadi Rumah Sehat COVID-19 untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penderita.
Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Apriyadi di Sekayu, Rabu, mengatakan persiapan ini untuk merespon adanya penambahan pasien COVID-19 pada pekan ini.
“Kami juga sudah memeriksa secara langsung sarana dan prasarana rusunawa ini untuk memastikan seberapa banyak tempat tidur yang bisa digunakan,” kata Apriyadi.
Ia mengatakan sejauh ini terdapat 132 tempat tidur. Rusunawa ini dipilih karena sarana dan prasarananya mendukung seperti listrik dan air minum. Selain itu, rusunawa ini juga relatif jauh dari pemukiman warga.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Azmi Dariusmansyah mengatakan saat ini gedung sehat diproyeksikan di RS Sekayu yang dilengkapi berbagai sarana dan prasarana, termasuk peralatan olahraga.
“Sedapat mungkin memang harus disiapkan satu tempat lagi, untuk jaga-jaga jika terjadi lonjakan,” kata dia.
Ia menambahkan saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu mengoperasikan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mempercepat penanganan virus corona (COVID-19).
Laboratorium ini didirikan karena selama ini dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengetahui hasil uji usap (swab) mengingat sampel harus dikirim ke Laboratorium di Palembang.
"Kami menyadari bahwa salah satu langkah percepatan penanganan dan pencegahan adalah kecepatan dalam melakukan testing COVID-19. Dalam waktu satu bulan kami menyiapkan operasional laboratorium ini,” kata dia.
Pendirian laboratorium itu menggunakan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Untuk RSUD di Sumsel, baru di Sekayu yang punya laboratorium PCR,” kata dia.
