Pemanfaatan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekspor

  • Kamis, 18 September 2025 15:17 WIB
Pemanfaatan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekspor

Pekerja membawa limbah daun nanas di rumah produksi Alfiber Serat Daun Nanas Subang di Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025). Rumah produksi yang memberdayakan masyarakat sekitar tersebut dalam satu bulan mampu mengolah 3,2 ton limbah daun nanas menjadi 50-60 kilogram serat daun nanas yang kemudian dijadikan benang dan selendang serta berbagai produk eco-fashion seperti topi, tas makrame, dompet dan pernak-pernik lainnya yang telah diekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, Jerman dan Belanda, sekaligus dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dengan harga mulai dari Rp95 ribu hingga Rp600 ribu. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz

Pemanfaatan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekspor

Pekerja menjemur serat daun nanas di rumah produksi Alfiber Serat Daun Nanas Subang di Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025). Rumah produksi yang memberdayakan masyarakat sekitar tersebut dalam satu bulan mampu mengolah 3,2 ton limbah daun nanas menjadi 50-60 kilogram serat daun nanas yang kemudian dijadikan benang dan selendang serta berbagai produk eco-fashion seperti topi, tas makrame, dompet dan pernak-pernik lainnya yang telah diekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, Jerman dan Belanda, sekaligus dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dengan harga mulai dari Rp95 ribu hingga Rp600 ribu. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz

Pemanfaatan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekspor

Pekerja memasukkan limbah daun nanas ke dalam mesin dekortikator pengekstrasi serat di rumah produksi Alfiber Serat Daun Nanas Subang di Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025). Rumah produksi yang memberdayakan masyarakat sekitar tersebut dalam satu bulan mampu mengolah 3,2 ton limbah daun nanas menjadi 50-60 kilogram serat daun nanas yang kemudian dijadikan benang dan selendang serta berbagai produk eco-fashion seperti topi, tas makrame, dompet dan pernak-pernik lainnya yang telah diekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, Jerman dan Belanda, sekaligus dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dengan harga mulai dari Rp95 ribu hingga Rp600 ribu. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz

Pemanfaatan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekspor
Pemanfaatan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekspor
Pemanfaatan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekspor

Foto Lainnya