
Tim Penggerak PKK Palembang latih warga kelola bank sampah bernilai ekonomi

Palembang (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjalankan program pelatihan manajemen bank sampah bagi warga guna mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani di Palembang, Rabu, mengatakan pelatihan yang dilaksanakan di Kampung Lele Beraes, Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sematang Borang tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri memilah sampah rumah tangga.
"Sampah yang dipilah dan disetorkan ke bank sampah memiliki nilai jual. Jika dikelola dengan baik, hal ini dapat memberikan nilai ekonomi tambahan untuk membantu meningkatkan perekonomian rumah tangga," ujar Dewi.
Menurut dia, pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan keluarga. Sampah yang dikumpulkan oleh warga tidak hanya ditabung, melainkan juga diolah menjadi berbagai produk bermanfaat yang bernilai guna.
Untuk mendukung operasional program tersebut, TP PKK Palembang juga menyalurkan sejumlah bantuan stimulus berupa peralatan penunjang, mulai dari kotak sampah, mesin pencacah, hingga armada motor roda tiga untuk pengangkutan.
Dewi menegaskan bahwa program edukasi ini sejalan dengan misi PKK dalam mewujudkan keluarga sehat dan lingkungan yang bersih melalui peran aktif para kader di lapangan.
Sementara itu, Camat Sematang Borang, Nur Muhammad Arfan menyatakan Kelurahan Srimulya menjadi wilayah pertama yang menerima bantuan peralatan tersebut secara langsung.
Pihaknya berharap stimulus ini dapat mengoptimalkan pengelolaan sampah oleh warga, sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai proyek percontohan (role model) bagi kelurahan lainnya di Palembang.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami materi pelatihan ini dan benar-benar menerapkannya, sehingga bank sampah di wilayah ini dapat dikelola secara berkelanjutan," kata Arfan.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
