
Akhir cerita Maradona bersama Argentina, memori abadi Piala Dunia 1994

Jakarta (ANTARA) - Setelah mengantarkan tim nasional Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 dan mencapai final turnamen yang sama empat tahun kemudian, kehidupan Diego Armando Maradona bukannya semakin membaik.
Sikapnya justru berubah. Dia jarang terlihat di lapangan latihan, yang membuat klubnya kala itu, Napoli, berang bukan main.
Napoli tidak menerima perlakuan Maradona kepada mereka. Manajemen klub tidak peduli Maradona adalah pahlawan yang membawa tim mereka menjuarai Liga Italia untuk pertama kali sepanjang sejarah (1986/1987) dan menjadikan mereka ke jajaran klub terkemuka Eropa.
Pada Januari 1991, Maradona --yang membantu Napoli merebut dua gelar juara Liga Italia, satu Piala Italia, satu Piala Super Italia dan satu Piala UEFA-- bahkan dijatuhi denda sebesar 70 ribu dolar AS oleh timnya karena meninggalkan latihan dan pertandingan. Dia juga dianggap merusak citra klub lantaran skandal pribadi, ditambah keterkaitannya dengan jaringan pengedar obat-obatan terlarang.
Dua bulan setelahnya, pada 17 Maret, Maradona gagal lolos tes doping setelah pertandingan Napoli versus Bari. Kabar buruk datang, ada kandungan kokain dalam urinenya.
Informasi soal itu menyebar cepat. Italia, Argentina, dan sepak bola dunia gempar. FIFA mengambil langkah tegas yakni menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di lapangan hijau selama 15 bulan mulai 31 Maret 1991. Hanya sekitar lima tahun seusai memperlihatkan performa luar biasa di Piala Dunia, Maradona menjadi pesakitan.
Napoli sebenarnya ingin mempertahankan Maradona, karena kontraknya sampai 1993, tetapi dia menolak. Begitu hukumannya kelar pada Juni 1992, Maradona bergabung ke Sevilla yang dibelanya selama setahun.
Media-media mengabarkan bahwa saat itu Maradona dalam kondisi stres dan kelebihan berat badan. Pria yang lahir di Lanus, Argentina pada 30 Oktober 1960 itu kesulitan menemukan permainan terbaiknya pascasanksi FIFA.
Meski begitu Newell'S Old Boys bersedia menampungnya pada tahun 1993. Ada informasi yang menyebut berat badan Maradona di Newell's mencapai 82 kilogram, padahal tinggi badannya hanya 167 centimeter.
Mengetahui Piala Dunia 1994 segera bergulir, Maradona kembali memiliki motivasi untuk memperbaiki diri. Dia ingin kembali ke tim nasional dan mengulangi kejayaan tahun 1986.
Untuk itu, Maradona merekrut binaragawan asal Argentina Daniel Cerrini untuk membantunya menurunkan berat badan. Cerrini bekerja bersama Fernando Signorini, pelatih kebugaran yang sudah lama menangani fisik Maradona.
Dengan kerja kerasnya, Maradona berhasil masuk skuad Argentina yang dilatih Alfio Basile. Berat badannya turun drastis sampai 76,8 kilogram, tetapi kabar menyebut Cerrini tidak puas dengan itu.
Cerrini, yang ingin berat badan Maradona setidak-tidaknya 70 kilogram saat Piala Dunia 1994, lalu meresepkannya beberapa suplemen. Persis di titik inilah masalah dimulai.
Pewarta: Michael Siahaan
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
