Logo Header Antaranews Sumsel

Prabowo cerita pernah dibantu Megawati saat berada di luar pemerintah

Rabu, 20 Mei 2026 16:22 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye/aa

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengaku pernah dibantu oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dari segi ekonomi terutama pada masa-masa Prabowo belum berkuasa dan tidak berada di dalam pemerintahan.

Dalam bagian penghujung pidatonya saat Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, Prabowo bercerita Megawati, yang merupakan Presiden Ke-5 RI, saat itu memberikan instruksi kepada jajarannya untuk tidak menghambat usaha Prabowo untuk ikut tender pemerintah.

"Waktu saya enggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi," kata Prabowo seraya menoleh ke arah Ketua DPR RI Puan Maharani, yang merupakan putri Megawati.

Prabowo melanjutkan "Saya mau terbuka. Saya enggak berkuasa waktu itu alias lontang-lantunglah. Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan: Kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan!."

Oleh karena itu, sikap Megawati yang demikian pun diteladani oleh Prabowo saat ini.

Presiden Prabowo menekankan bahwa dia tidak akan membatasi ataupun menghambat pengusaha-pengusaha untuk ikut tender-tender pemerintah sekali pun mereka terafiliasi secara langsung ataupun tidak langsung dengan PDIP.

"Banyak menteri-menteri minta petunjuk: Pak, ini bagaimana Pak? Ada proyek, ada tender, tetapi ini di belakangnya PDIP. Bener. Ayo, menteri-menteri bener kan? Tetapi apa jawaban saya? Apa jawaban saya? Tidak ada masalah! Kalau dia menang, dia menang aja. Jangan kita lihat latar belakangnya," kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang saat ini menjadi satu-satunya partai di parlemen yang menjadi oposisi pemerintah. Menurut Presiden, PDIP telah menjaga demokrasi di Indonesia, terutama dalam merawat mekanisme pengawasan dan keberimbangan (check and balance) kepada lembaga-lembaga eksekutif yang menjalankan pemerintahan.

Prabowo menyebut PDIP telah "berkorban" dan "berjasa untuk demokrasi" di Indonesia.

Kemudian, Presiden juga "curhat" dirinya sering kali merasakan "pilu" manakala mendengar kritik-kritik yang keras dari kader-kader PDIP.

"Kadang-kadang, saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget, tetapi, saya sadar, lama-lama, sebetulnya, mungkin ada dasarnya ya kan. Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tetapi sebenarnya dia menyelamatkan kita," kata Prabowo



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026