Pemkot Palembang proyeksi Goa Jepang destinasi wisata baru

id Goa Jepang di Palembang,Pemkot Palembang,Wisata di Palembang

Pemkot Palembang proyeksi Goa Jepang destinasi wisata baru

Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat meninjau Situs Goa Jepang di KM5 Palembang, Jumat (2/1/2026) . ANTARA/M Imam Pramana

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) meningkatkan nilai estetika situs sejarah Goa Jepang di KM 5, untuk menambah destinasi wisata di kota tersebut.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa di Palembang, Jumat, mengatakan kawasan Goa Jepang, salah satu peninggalan sejarah masa pendudukan Jepang di Palembang.

"Di lokasi ini saya meminta agar kawasan segera dibersihkan dan ditata untuk mengembangkan Goa Jepang sebagai destinasi wisata sejarah," katanya.

Ia juga menginstruksikan agar Pemkot Palembang berkoordinasi dengan pihak Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) untuk mengembangkan Goa Jepang sebagai destinasi wisata sejarah.

"Ini peninggalan sejarah. Kita bersihkan, kita rawat, dan kita kembangkan agar bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang layak dikunjungi wisatawan," ujarnya.

Tak hanya itu, Ia juga meminta dilakukan kajian lebih lanjut terkait cerita yang berkembang di masyarakat mengenai adanya lubang di dalam Goa Jepang yang disebut-sebut tembus hingga kawasan Charitas.

"Saya minta dikaji lagi secara ilmiah, apakah benar ada lubang yang tembus ke goa di Charitas. Ini menarik dan bisa menjadi nilai sejarah tambahan, tapi harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Sementara itu, peninjauan Goa Jepang itu dalam kegiatan anti mager, juga menjadi simbol komitmen Ratu Dewa di awal tahun 2026 untuk bekerja langsung di lapangan, tidak hanya dari balik meja.

"Saya ingin budaya kerja kita berubah. Tidak mager, tidak hanya rutinitas. Kita harus bergerak, melihat langsung, dan bekerja nyata untuk masyarakat Palembang," katanya.





Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.