Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berhasil menghemat Rp4,9 triliun dengan mengawal penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran.
“BPH Migas telah mengawal dengan baik, distribusi semuanya lancar, dan terdapat penghematan BBM subsidi dan kompensasi negara tahun 2025 sebesar Rp4,982 triliun,” ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Wahyudi menjelaskan bahwa penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) minyak solar atau solar subsidi mencapai 97,49 persen dari kuota yang ditetapkan di dalam APBN 2025. Adapun kuota untuk solar bersubsidi sebesar 18,88 juta KL, sedangkan realisasinya 18,41 juta KL.
Dari penyaluran solar subsidi yang tepat sasaran, pemerintah berhasil menghemat 473,6 ribu KL atau setara Rp2,11 triliun.
Pemerintah hemat Rp4,98 triliun lewat BBM subsidi tepat sasaran
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (tengah, batik biru) dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
