Logo Header Antaranews Sumsel

Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumsel capai 82 persen per Desember 2025

Selasa, 30 Desember 2025 11:06 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono, di Palembang, Senin (29/12/2025). (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat realisasi penyaluran pupuk subsidi di wilayah itu mencapai 304.365 ton atau sekitar 82 persen dari total alokasi 370.695 ton per 14 Desember 2025.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono, di Palembang, Senin, mengatakan rendahnya capaian tersebut dipengaruhi adanya tambahan alokasi pupuk subsidi, yakni Urea sebesar 21 persen dan NPK sebanyak 30 persen.

“Dengan adanya tambahan alokasi ini, tingkat serapan terlihat belum maksimal. Padahal tanpa tambahan atau realokasi, sebetulnya penyerapan sudah bisa mencapai 100 persen,” katanya.

Ia menjelaskan realisasi penyaluran pupuk subsidi di kabupaten dan kota di Sumsel belum merata. Beberapa daerah masih mencatat serapan rendah, antara lain Kota Pagar Alam sebesar 63,5 persen, Kabupaten Musi Rawas Utara 61 persen, serta Kabupaten Ogan Ilir 59,53 persen. Serapan terendah tercatat di Kota Palembang yang baru mencapai 36 persen.

Menurut Bambang, rendahnya serapan di Ogan Ilir dipengaruhi kondisi genangan air yang masih cukup tinggi sehingga menghambat optimalisasi penggunaan pupuk subsidi di wilayah tersebut.

Sementara itu, sejumlah daerah mencatatkan serapan cukup tinggi, seperti Kota Prabumulih yang telah mencapai 100 persen, Kota Lubuklinggau sebesar 92,73 persen, serta Kabupaten OKU Timur sebesar 89,12 persen.

“Untuk OKU Timur, kami berharap serapan masih dapat dimaksimalkan dalam sisa waktu sekitar dua minggu ke depan,” jelasnya.

Terkait distribusi pupuk subsidi, pihaknya terus memperketat proses verifikasi data petani melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) agar penyaluran tepat sasaran kepada petani yang memiliki KTP dan lahan.

Kemudian, memastikan stok pupuk subsidi di tingkat distributor maupun penyalur sepanjang 2025 dalam kondisi aman dan mencukupi sehingga tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

Optimalisasi penyaluran pupuk subsidi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi gabah di Sumsel yang pada 2025 telah menyumbang sekitar 1,2 juta ton beras untuk surplus nasional.

“Kami mengimbau para petani segera menebus pupuk subsidi dan memanfaatkan sisa waktu sekitar dua minggu sebelum periode penyaluran berakhir,” kata Bambang.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026