
Lapas Perempuan Palembang mematangkan program Desa Binaan, terjunkan tim survei ke kelurahan

Palembang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang, Sumatera Selatan mematangkan program Desa Binaan dengan menerjunkan tim survei dan koordinasi ke Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang, Selasa.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang Desi Andriyani mengatakan langkah ini diambil untuk memastikan program pengabdian tersebut, berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, program Desa Binaan ini bagian penting dari komitmen lapas memberikan pembinaan yang berdampak nyata, edukatif, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat luas.
"Hasil dari survei lokasi dan koordinasi dengan pihak Kelurahan Pulokerto ini akan segera kami jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan utama dalam penyusunan program kerja Desa Binaan. Kami ingin kehadiran lapas memberikan dampak nyata," ujarnya.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, tim gabungan lapas dipimpin Kasubbag TU Rosliani Pulungan, Kasi Kegiatan Kerja Sariany Nababan, dan Kasubsi Bimbingan Kerja Yocke Mella Hijriyah, merancang serangkaian agenda pembinaan.
Program yang disiapkan meliputi pelatihan keterampilan mandiri, penyuluhan hukum, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga kegiatan olahraga bersama.
Merespons rencana tersebut, pihak Kelurahan Pulokerto menyarankan agar fokus awal pembinaan diarahkan pada pelatihan keterampilan aplikatif yang bernilai ekonomi, seperti pembuatan tempe atau kue semprong, agar dapat langsung diproduksi warga secara rumahan guna meningkatkan ekonomi keluarga setempat.
Untuk mendukung kelancaran program pembinaan ini, tim lapas bersama perangkat kelurahan telah meninjau lima tempat strategis yang potensial menjadi pusat kegiatan, yaitu Gedung Koperasi Merah Putih, Balai Desa, Masjid RT21, Masjid RT22, dan Lapangan RT23.
Sekretaris Kecamatan Gandus Syafril menyatakan dukungan terhadap inovasi pembinaan luar lembaga ini.
Pihak pemerintah kecamatan siap memfasilitasi dan menggerakkan warga agar berpartisipasi aktif karena program seperti pelatihan pembuatan tempe menyentuh kebutuhan dasar dan berpotensi memberikan dampak ekonomi serta sosial yang signifikan bagi masyarakat.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
