Logo Header Antaranews Sumsel

Kabupaten OKU Timur canangkan gerakan tanam padi di Desa Srikaton, hadapi ancaman El Nino

Selasa, 19 Mei 2026 20:29 WIB
Image Print
Forkompinda Pemkab OKU Timur melakukan gerakan tanam padi di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, Selasa. ANTARA/HO-Diskominfo OKU Timur

Martapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, mencanangkan gerakan tanam padi di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, sebagai upaya menghadapi ancaman El Nino.

Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah di Martapura, Selasa, mengatakan gerakan ini sekaligus untuk mendorong pencapaian target satu juta ton Gabah Kering Giling (GKG) di wilayah setempat pada 2026.

Dia mengatakan pencanangan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah (pemda) dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

Gerakan tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan percepatan masa tanam, optimalisasi lahan pertanian, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani di lapangan.

"Kesiapan OKU Timur dalam menghadapi El Nino melalui gerakan tanam ini diharapkan dapat mencapai target satu juta ton GKG pada produksi padi tahun ini," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel Herman Deru menambahkan gerakan tanam tersebut dilakukan secara serentak pada beberapa kabupaten/kota di Sumatera Selatan, salah satunya OKU Timur.

Ia menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Sumatera Selatan dalam mencapai target produksi padi yang telah ditetapkan.

Deru optimistis dengan sinergi bupati dan wali kota di Sumatera Selatan bersama para petani, target lima juta ton GKG tahun ini dapat tercapai dari lahan baku sawah seluas 579.000 hektare yang ada di Sumsel.

"Angka target ini realistis dan berpotensi mengangkat posisi Sumatera Selatan sebagai daerah lumbung pangan peringkat kedua nasional,” ucapnya.

Keyakinan itu diperkuat pula dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi terhadap petani melalui kebijakan pupuk bersubsidi.

“Perhatian pemerintah sangat konkret. Harga pupuk disubsidi sehingga petani dapat memperoleh pupuk sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” ujarnya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026