
OKI salurkan 142.700 kilogram benih padi dari Kementan untuk sawah terdampak banjir

OKI (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan menyalurkan 142.700 kilogram benih padi dari Kementerian Pertanian guna percepatan pemulihan sawah terdampak banjir di wilayah tersebut.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki di OKI, Rabu, mengatakan petani menerima bantuan 142.700 kilogram benih padi. Bantuan berasal dari Kementerian Pertanian tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten OKI sebagai upaya memastikan ketahanan pangan terjaga dan percepatan pemulihan sektor pertanian, khususnya sawah terdampak banjir.
Bantuan benih padi ini bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memulihkan perekonomian petani pasca-banjir.
“Kita berharap air cepat surut sehingga petani bisa segera menanam kembali,” katanya.
Ia juga meminta Dinas Pertanian dan jajaran terkait memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari persiapan lahan hingga proses tanam ulang, agar produksi padi tetap terjaga.
Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI mencatat sekitar 6.000 hektare sawah di beberapa kecamatan terdampak banjir, dengan paling terdampak di Lempuing, Lempuing Jaya, Jejawi, dan Air Sugihan. Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah paling terdampak, padahal keduanya lumbung pangan utama di Kabupaten OKI.
“Bantuan itu bukan sekadar dukungan moril, tetapi menjadi harapan nyata agar petani bangkit kembali demi ketahanan pangan dan kesejahteraan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI Alexsander Bustomi mengatakan sebagian lahan yang terdampak banjir sebelumnya telah mencapai indeks pertanaman (IP) 200 bahkan ada yang IP 300. Artinya, petani masih memiliki peluang untuk segera melakukan tanam ulang setelah lahan mengering.
“Meski terjadi perlambatan masa tanam, kami berharap produksi tidak berkurang. Terutama di Lempuing, Lempuing Jaya, dan sebagian Air Sugihan yang sudah IP 200 ” ujarnya.
Bantuan benih yang telah disalurkan tersebut bisa mencakup kebutuhan Kecamatan Lempuing. Pemerintah Kabupaten OKI juga sedang mengupayakan tambahan benih melalui Cadangan Benih Nasional (CBN) Kementerian Pertanian dan sumber lainnya.
“Bantuan yang disalurkan saat ini tentu belum mencukupi seluruh kebutuhan. Selain itu terdapat mekanisme yang harus dilakukan dalam menentukan apakah lahan benar benar dinyatakan gagal panen oleh petugas POPT untuk selanjutnya kita proses pengusulan bantuan lanjutan,” katanya.
Sumarno, petani Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lempuing mengaku, bantuan benih tersebut membantu dirinya setelah sawahnya terendam banjir selama beberapa hari.
“Kalau tidak ada bantuan benih, kami harus keluar biaya lagi. Padahal hasil panen sebelumnya gagal. Dengan benih ini kami bisa langsung tanam begitu sawah kering,” kata dia.
Petani lainnya, Suyatno, berharap pendampingan dari penyuluh pertanian terus dilakukan agar masa tanam berikutnya berjalan optimal.
"Kami ingin tanam secepatnya supaya tidak terlalu tertinggal musim,” ujarnya.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
