Komik terakhir Hasmi "Bangkitnya Ki Wilawuk" terbit di Comic Con

id hasmi,gundala,bumilangit,comic con,indonesia comic con,komik

Komik terakhir  Hasmi "Bangkitnya Ki Wilawuk" terbit di Comic Con

Komik "Bangkitnya Ki Wilawuk", karya terakhir mendiang komikus Hasmi, hadir dalam Indonesia Comic Con, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/10/2019). (ANTARA News/Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Karya terakhir komikus Hasmi berjudul "Bangkitnya Ki Wilawuk" diperkenalkan dalam ajang tahunan Indonesia Comic Con 2019 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Komikus Fajar Sungging yang juga terlibat dalam komik itu mengisahkan asal muasal komik tersebut.

Bertahun-tahun lalu, Fajar mengusulkan pada mendiang Hasmi untuk menghidupkan lagi karakter Ki Wilawuk, musuh paling mengerikan dan kuat dalam komik Gundala.

"Dia adalah tokoh dari zaman Mataram. Satu-satunya penjahat yang tidak bisa dikalahkan Gundala," ujar Fajar di panggung Indonesia Comic Con 2019.

"Tapi Gundala cerdas. Dia punya cara sendiri menyelesaikan perkara dengan Ki Wilawuk," ujarnya.

Proses pengerjaan komik itu berlangsung ketika Hasmi sedang disibukkan dengan aktivitas di teater. Aktivitas itu mempersulit Hasmi untuk merampungkan karakter-karakter yang sedang dikembangkan, termasuk para penjahat.

Nama Ki Wilawuk diambil dari tokoh pewayangan yang tidak terkenal dan jarang dibicarakan. Namanya menjadi inspirasi karena dianggap unik dan menyeramkan sehingga menjadi nama karakter penjahat dalam komik.

Komik itu, menurut Fajar, memberikan sentuhan horor di dalam kisah Gundala.

Selain bincang-bincang seputar Bumilangit, Indonesia Comic Con 2019 juga diramaikan dengan pameran budaya populer seperti komik, mainan hingga jumpa penggemar bersama cosplayer dan ilustrator.

Pengunjung dapat membeli pernak-pernik berbau Marvel, berburu mainan yang dipamerkan di banyak stan sampai berfoto-foto dengan para cosplayer yang beraksi jadi karakter fiksi lokal dan mancanegara.

 
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar