Pemerintah berupaya tingkatkan karet alam untuk aspal karet

id karet,aspal karet,karet alam,komoditas,komoditas ekspor,sir 20,jalan,aspal,kementerian,kementerian PU/PR,riset,peneliti,berita sumsel, berita palemban

Arsip- Pekerja menata getah karet ke dalam truk. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah terus melakukan penelitian terkait aspal karet untuk meningkatkan konten karet alam yang diharapkan bisa lebih dari 20 persen pada 2020, kata  peneliti Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anwar Yamin di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat,

"Saat ini komposisi baru12 persen sebagai campuran karet alam di aspal karet, kami berusaha agar terus bertambah," kata dia.

Peningkatan konten karet alam pada produk aspal karet ini  untuk meningkatkan serapan komoditas tersebut di dalam negeri. Sebagian besar produk unggulan Indonesia itu diekspor ke luar negeri, sementara sejak lima tahun terakhir harganya anjlok di pasaran internasional.
 
Arsip- Pekerja menggunakan karet Sebagai Campuran Aspal (ANTARA/Diana Syaf)

Yamin mengemukakan untuk menuju kandungan 20 persen tersebut butuh beberapa kriteria khusus sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai campuran aspal. Salah satunya, aspal yang digunakan harus aspal khusus (aspal buton yang lebih keras dari aspal biasa).

Ia melanjutkan untuk jenis karetnya, berupa kaplam dan SIR 20 dengan kadar kering air (KKK) minimal 60 persen.

Yamin menerangkan peneliti optimistis karet dapat menjadi substitusi aspal 100 persen secara bertahap. Oleh karena itu Puslitbang Jalan dan Jembatan konsisten melakukan uji coba dan pengembangan teknologi hingga mencapai target.

Teknologi yang dikembangkan oleh peneliti seperti karet sebagai bahan pengikat dan sebagai bahan pengisi dalam campuran aspal. Saat ini penerapan aspal karet baru memuat 7,0 persen campuran dari karet alam atau masih tergolong rendah.

Pemerintah  melalui Kementerian PUPR menargetkan bakal menggunakan aspal karet sepanjang hampir 6.000 kilometer pada 2019. Dengan demikian, pembelian bahan olah karet (bokar) petani bisa sebanyak 2.504 ton atau setara 1.250 ton, sementara SIR 20 dapat menghasilkan sekitar 17.889 ton aspal karet.

Sementara itu Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian mengatakan penerapan aspal karet di Sumsel masih relatif sedikit.

"Tahun ini Sumsel kebagian penerapan aspal karet di jalan sepanjang 27,9 km di mana serapan karet alamnya sebanyak 75,62 ton," kata dia.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar