Pameran 'Crazy Art Mix-Mad' karya seniman lokal

id seniman,pameran,diorama,wisata,pariwisata

Diorama 'kerbau berkubang' ini dibuat dari bekas patahan dahan pohon, ditampilkan pada Pameran 'Creazy Art Mix-Mad' di Gedung Serba Guna Taman Budaya Jakabaring Palembang 15 Desember 2018 - 15 Januari 2019, Sabtu (15/12). (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Beragam lukisan lintas genre, patung dan seni instalasi berjejer di Gedung Serba Guna Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring Kota Palembang dalam pameran 'Crazy Art Mix-Mad'. 

Pameran yang diadakan Bala Rupa Palembang bekerjasama dengan Sanggar Sastra Mataya tersebut menampilkan kritik-kritik sosial yang dipadukan dengan seni abstrak, sangat menarik dilihat bagi pecinta seni. 

"Tema pameran ini 'Creazy Art Mix-Mad' artinya karya-karya yang ditampilkan adalah hasil ide para seniman dalam menciptakan bentuk-bentuk patung dan seni instalasi dengan memanfaatkan barang tidak terpakai, seperti kayu, batu atau besi, tapi hasilnya punya pesan mendalam," kata salah satu seniman Sigit, Sabtu. 

Tak kurang dari 80 item seni terdiri dari lukisan, patung, dan seni instalasi bertema kritik-kritik sosial hasil karya 9 seniman lokal di tampilkan, hasil karya itu juga bisa di beli bagi masyarakat yang ingin memilikinya. 

Lukisan dalam pameran tersebut bergenre Expresionis, abstrak, abstrak ekspresionis, realis, surealis, dan realis figuratif. Kritik sosial ditampilkan dengan visual mengaggumkan, seperti bendera merah putih yang terpaksa 'dijahit', atau rupa 'Humberger dan Nasi Ketan' yang digambarkan 'sejajar'.

Sedangkan seni instalasi atau ide membuat bentuk kreatif dari barang bekas seperti 'angin topan' yang dibuat dari gulungan kawat, diorama 'kerbau berkubang' yang dibentuk dari bekas potongan dahan, sampai sebuah 'kursi kantor' yang dikelilingi tikus-tikus, diakui termasuk baru eksis di Sumsel. 

"Seni instalasi memang belum familiar di Sumsel, makanya kami para seniman ingin mengenalkan ke masyarakat bahwa barang-barang bekas itu kalau diberikan sentuhan seni bisa menjadi sarana kritik, harapan kami juga lewat pameran ini masyarakat semakin mencintai seni, karena seni adalah akar dari kebudayaan," ujar Sigit. 

Sigit menerangkan pameran dibuka gratis untuk umum sejak 15 Desember sampai 15 Januari 2019 dari pagi hingga sore hari, adapun item-item pameran akan diganti-ganti dalam satu bulan berlangsungnya pameran. 

Sementara Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi saat membuka pameran tersebut mengatakan Pemprov sangat mengapresiasi pameran 'Creazy Art Mix-Mid'. 

"Kami lihat banyak sekali karya-karya spektakuler di pameran ini, sentuhan seni yang mengungkapkan kritik sosial membuat pesan moralnya menjadi dalam, kami sangat mendukung pameran 'Creazy Art Mix-Mad ini'," jelas Aufa Syahrizal Sarkomi. 

Menurutnya pameran patung dan lukisan tersebut dapat dijadikan sarana rekreasi melepas stres bekerja bagi para pecinta seni seperti dirinya atau masyarakat. 

Selain itu sebagai bentuk dukungan kepada seniman-seniman di Sumsel, pihaknya telah menggratiskan pemakaian Gedung Serba Guna Taman Budaya Jakabaring Palembang secara tak terbatas untuk keperluan seni dan budaya. 

Dia menjelaskan penggratisan gedung agar seniman semakin termotivasi menciptakan karya-karya cemerlang nan spektakuler, gedung tersebut bisa dipakai untuk kegiatan apa saja selama masih berhubungan dengan seni dan kebudayaan. 

"Nanti di perbanyak lagi kegiatan seni di sini, bisa kegiatan tari-tarian, teater, bila perlu sering-sering diadakan atraksi dengan mengundang siswa TK sampai Perguruan Tinggi, Sumsel kaya akan seni serta seniman, maka harus di dukung," tambah Aufa.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar