Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menyatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap Kanada dan Meksiko akan tetap berjalan sesuai rencana.
"Perhatian pasar kembali tertuju pada kebijakan tarif Trump, yang mana dini hari tadi Trump menyatakan kenaikan tarif terhadap Kanada dan Meksiko akan tetap berjalan sesuai rencana," ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Presiden AS Donald Trump sempat menandatangani perintah eksekutif pada awal Februari untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap impor dari Kanada dan Meksiko.
Kemudian, pemberlakuan tarif atas produk dari kedua negara tersebut di AS ditangguhkan selama 30 hari.
Rupiah melemah seiring tarif AS untuk Kanada berjalan sesuai rencana

Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.