Lipsus - Haornas 2018 momentum kebangkitan prestasi atlet nasional

id haornas,atlet,asian games,jsc,jakabaring sport city,asian games 2018

Pesta kembang api menyemarakkan Upacara Pembukaan Asian Games ke-18 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). ANTARA FOTO/ INASGOC/M Agung Rajasa/Sup/18.

....Pembinaan atlet harus terus berlangsung, jangan sampai atlet yang sedang semangat-semangatnya berlatih dan mengukir prestasi proses pembinaannya terhenti....
Palembang  (ANTARA News Sumsel) - Bulan September benar-benar menjadi bulan keramat bagi insan olahraga nasional.

Dalam bulan September 2018 ini, Indonesia dikenang sukses menjadi tuan rumah Asian Games XVIII yang berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan. 

Pada penutupan Asian Games pada Minggu (2/9), Indonesia diakui dunia sukses menjadi tuan rumah dan sukses mengukir prestasi karena berada di peringkat empat besar dalam perhelatan tersebut setelah berhasil meraih 31 medali emas.

Pundi-pundi medali itu disabet dari cabang olahraga seperti pencak silat, dayung, panjat dinding, sepak takraw dan beberapa cabang olahraga lainnya.

Kemudian pada bulan September juga digelar Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama Indonesia.

Pesta olahraga nasional itu diadakan di Kota Praja Surakarta pada 9-12 September 1948.

Tanggal pembukaannya PON, yakni 9 September 1948 diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Haornas pada 2018 ini agaknya menjadi momentum kebangkitan prestasi atlet nasional. 

Peringatan Haornas ke-35 yang dipusatkan di Ternate, Maluku Utara pada 9 September 2018 mengusung tema "Ayo Olahraga Bangun Indonesia".

Olahraga merupakan alat pemersatu bangsa. Melalui peringatan Haornas tahun ini diharapkan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dapat menyiapkan sarana dan prasarana olahraga yang lebih baik dari yang dimiliki sekarang dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan dalam berbagai ajang olahraga internasional.

Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan dalam berbagai ajang olaharaga di dunia, selain memerlukan sarana dan prasarana olahraga yang baik juga memerlukan program pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Salah satu pembinaan atlet yang cukup baik yang telah didukung pemerintah yakni pembinaan atlet cabang olahraga dayung.

Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Budiman Setiawan mengatakan berkat dukungan pemerintah secara maksimal, atlet dayung mampu mengukir prestasi yang membanggakan dalam Asian Games yang baru saja dilalui.

Tim Indonesia dalam lomba dayung Asian Games XVIII berhasil meraih satu medali emas, beberapa perak dan perunggu.

Medali emas cabang olahraga dayung itu diperoleh timnas dari nomor rowing kelas ringan putra delapan orang plus (Lightweight Men`s Eight/LM8+) yang dipersembahkan Hadid Tanzil, Yakin Muhad, Darmawan Rio Rizki, Ardianto, Button Ali, Ferdiansyah, Ihram, Isadi Ardi, dan Hasbulloh Ujang.

Keberhasilan itu menjadi modal awal untuk mengembangkan olahraga dayung di Tanah Air, karena atlet Indonesia menunjukkan kemampuannya mengalahkan tim kuat dari China, Thailand, dan negara pecahan Unisoviet Uzbekistan, dan Kazakhstan yang atletnya memiliki kelas Olimpiade.

Dukungan pemerintah yang lebih besar sangat diharapkan untuk melakukan pembinaan atlet menghadapi ajang olahraga internasional berikutnya dan Asian Games XIX di China pada 2022.

"Pembinaan atlet harus terus berlangsung, jangan sampai atlet yang sedang semangat-semangatnya berlatih dan mengukir prestasi p[roses pembinaannya terhenti," ujar Budiman saat mendampingi atlet berlomba di venue dayung Asian Games, Jakabaring Sports City Palembang.

Persiapan atlet harus dilakukan sejak jauh hari. Untuk menghadapi Asian Games empat tahun ke depan perlu dilakukan latihan maksimal dari sekarang.

Selain dukungan pemerintah pusat, untuk melakukan pembinaan atlet diharapkan pula dukungan dari pemerintah daerah di tempat atlet berdomisili, kata pengurus PB PODSI itu.
 
Sejumlah tim perahu tradisional memacu kecepatan pada final Kompetisi Perahu Tradisional (TBR) 200 meter putra di danau Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/M N Kanwa/NZ/18) 


                            Stadion bertaraf internasional
Pengurus PODSI merasa bangga dengan prestasi yang dicapai tim nasional di Asian Games 2018 ini.

"Latihan dan kerja keras para pedayung Indonesia telah menghasilkan satu emas dan sejumlah medali lainnya. Prestasi atlet di event ini sudah sesuai target," kata Wakil Ketua Umum PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia.

Untuk mengembangkan cabang olahraga dayung dan mencetak atlet tangguh bermental juara, pihaknya berupaya membuat stadion dayung yang bertaraf internasional seperti di Kota Palembang di berbagai daerah.

Venue dayung seperti yang ada di Palembang ini, perlu dibangun di tempat lain untuk mengembangkan olahraga air itu, kata Laksamana Madya Aan Kurnia seusai menyaksikan sejumlah perlombaan dayung di Palembang.

Menurut dia, berdasarkan penjelasan atlet China yang mendominasi perolehan emas, kesuksesan mereka di Asian Games XVIII Palembang didukung faktor venue dayung di Palembang yang sangat baik dan berstandar internasional.

"Venue dayung yang digunakan untuk ajang olahraga ini dinilai atlet dari China, Chinese Taipei, Thailand, Hong Kong China, Korea Selatam, serta sejumlah peserta Asian Games lainnya merupakan yang terbaik di bandingkan dengan venue dayung disejumlah negara yang pernah mereka kunjungi," ujarnya.

Dia menjelaskan, venue dayung sangat berpengaruh bagi atlet yang berlomba, dari pelaksanaan cabang olahraga dayung yang telah berjalan sejak 19 Agustus dan akan berakhir 1 September 2018, tidak ada keluhan gangguan selama mereka berlomba.

Keberadaan venue dayung JSC Palembang yang dipuji peserta Asian Games menjadi modal awal unruk melakukan pembinaan atlet muda berbakat dan mengembangkan olahraga air tersebut.

China yang berhasil banyak mendapatkan emas, selain didukung venue di Palembang yang baik, juga didukung tersedianya banyak venue dayung di negaranya sebagai tempat latihan.

Melihat salah satu kunci kesuksesan China tersedianya banyak venue dayung untuk latihan dan berlomba, pihaknya berupaya membangun venue dayung seperti di JSC Palembag di setiap daerah.

Pembangunan venue dayung di setiap daerah perlu dilakukan, namun pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas sehingga ke depan bisa diperoleh atlet dayung yang tangguh, kata Aan.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basoeki Hadimoeljono yang juga Ketua Umum PODSI pada saat mendampingi atletnya berlomba di ajang Asian Games Palembang mengatakan pihaknya menginginkan venue dayung bertaraf internasional ada di banyak tempat.

Pengembangan venue dayung perlu dilakukan untuk memfasilitasi perekrutan atlet muda berbakat, tempat latihan dan menggelar perlombaan berskala lokal dan dunia.

Venue dayung yang ada di kompleks olahraga Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, diakui peserta Asian Games XVIII merupakan venue terbaik yang ada di kawasan Asia.

Pembangunan venue dayung dan infrastruktur olahraga yang berstandar internasional lainnya akan terus dilakukan, sehingga atlet berbakat di Tanah Air bisa melakukan latihan dengan maksimal dan mampu mempersembahakan prestasi tertinggi di setiap cabang olahraga yang dipertandingkan dan dilombakan, kata Menteri PUPR.

Semoga momentum kebangkitan prestasi atlet nasional dalam Asian Games dan peringatan Haornas ke-35 tahun 2018 ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah dan insan olahraga, jangan sampai cukup puas dengan prestasi yang telah dicapai karena masih banyak tantangan ke depan di ajang olahraga yang lebih besar. (Y009)
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar