Sulit cari tukang panen bikin petani cengkeh Natuna kerepotan

id Natuna, kepri, cengkeh

Sulit cari tukang panen bikin petani cengkeh Natuna kerepotan

Foto Arsip - tampak salah satu anak saat perempuan menjemur cengkeh di Ranai Darat, Natuna, Kepri beberapa waktu lalu (ANTARA/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Masuk musim panen cengkeh di Natuna, Kepulauan Riau, para petani kesulitan mencari "tukang panjat" atau buruh panen.

"Kendala kita di sini salah satunya tidak ada tukang panjat (tukang petik buah cengkeh) apa lagi pada saat puncak panen nanti, tidak ada orangnya," kata salah satu petani cengkeh, Junaidi di Natuna, Senin.

Menurutnya, hampir setiap kampung dan setiap keluarga punya kebun cengkeh, hal itu menyebabkan tenaga upah panjat atau tukang panen sulit dicari.

"Biasanya kita harus mencari tenaga upah panjat dari luar daerah, sekarang belum ada, kendalanya begitu," kata dia.

Saat ini, menurut Junaidi, belum masuk puncak panen, sekitar satu bulan ke depan diperkirakan saat puncak panen tiba akan banyak cengkeh terbuang jika tidak ada tenaga upah panjat dari luar masuk ke Natuna.

"Apa lagi masuk bulan puasa, sepertinya mereka enggan datang, kalau pun ada pasti upah panjat akan naik tidak seperti biasanya," kata Junaidi.

Upah normal panen cengkeh di Natuna kisaran 8.000 rupiah hingga 9.000 rupiah, jika kekurangan tenaga upah panjat maka bisa jadi akan naik dari harga tersebut sesuai kesepakatan.