Warga Desa Tangkit Jambi tangkap buaya sepanjang empat meter gunakan alat setrum

id buaya ,buaya empat meter,warga tangkap buaya,buaya senyulong

Warga Desa Tangkit Jambi tangkap buaya sepanjang empat meter gunakan alat setrum

Buaya muaro "senyulong" yang berhasil ditangkap warga Desa Tangkit Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Selasa (2/6/2020) malam. (FOTO ANTARA/HO-dok warga Desa Tangkit)

Jambi (ANTARA) - Warga Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi  menangkap seekor buaya jenis perairan atau senyulong  (Tomistoma schlegelii) sepanjang empat meter yang masuk ke kanal perairan warga setempat setelah kemunculannya diketahui warga yang melihatnya.

"Penangkapan dilakukan warga setempat pada Selasa (2/6) malam sekitar pukul 19:00 WIB atau selepas waktu Maghrib, " kata Heru Nusaidah, warga Tangkit, saat dihubungi dari Jambi, Rabu.

Seekor buaya jenis senyulong atau mulut panjang itu berhasil ditangkap dengan menggunakan alat setrum yang dirakit warga. 

Ia menjelaskan penangkapan dilakukan oleh warga di sebuah rawa yang berada di RT 08, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi.

Baca juga: Seorang warga hilang di sungai, pengakuan rekannya melihat seekor buaya menggigit tangan korban

Baca juga: Polisi tembak mati buaya telan bocah 6 tahun, isi perut buaya hanya tersisa badan korban tanpa kepala


Heru menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan karena warga resah dengan kemunculan buaya ini di mana dalam sebulan terakhir sering memunculkan dirinya di rawa tersebut hingga akhirnya buaya itu ditangkap.

Awalnya polisi dan BKSDA Jambi sempat berusaha menangkap buaya tersebut, namum tidak kunjung berhasil sehingga warga bekerjasama untuk menangkap buaya tersebut dengan merakit alat setrum.

Selain seekor buaya muara yang ditangkap tersebut, masih ada dua ekor buaya lainnya yang berada di rawa tersebut.

Saat ini buaya tersebut telah dibawa ke penangkaran BKSDA di Jambi, sementara itu belum ada keterangan resmi dari pihak BKSDA Jambi mengenai penangkapan buaya muara tersebut.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar