Ribuan warga tumpah ruah ikuti festival hasil hutan bukan kayu

id festival hasil hutan,hasil hutan bukan kayu,festival di lampung,ribuan warga ikuti festival,durian,festival durian,buah durian,duren

Dokumentasi - Seorang pedagang membantu calon pembelinya memilih buah durian di Sentra Durian Pasar Kuto Palembang, Selasa (17/12) (ANTARA News Sumsel/13/Feny Selly)

Bandarlampung (ANTARA News Sumsel) - Ribuan warga antusias mengikuti Festival Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) 2018, di Gedung Informasi Center Tahura Wan Abdul Rachman, Sumber Agung, Kemiling, Bandarlampung, Minggu.

Festival tersebut mengandalkan buah durian sebagai ikon dengan menyediakan sedikitnya 2.750 buah durian yang diberikan secara gratis.

Acara juga diisi dengan pembagian undian dengan hadiah utama satu unit sepeda yang dimenangkan oleh Suwarji asal Kotabaru, Bandarlampung.

"Saya sangat bersyukur dan senang sekali memenangkan hadiah ini. Saya datang pagi-pagi cukup jauh untuk ikut festival. Terima kasih pemerintah telah mendukung festival seperti ini. Ke depan semoga lebih bagus lagi," katanya.

Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setprov Lampung Taufik Hidayat menyampaikan bahwa hutan harus memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat seperti pemanfaatan HHBK.

"Kami ingin menyosialisasikan potensi hutan karena sebagian hutan di luar kawasan lindung dikelola oleh masyarakat yang memiliki hasil secara ekonomi dan bisa dinikmati oleh masyarakat, baik itu buah, getah maupun hasil yang lain seperti madu," ujarnya.

Taufik menjelaskan berlangsung Festival HHBK untuk mengenalkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh Tahura Wan Abdul Rachman yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Lampung. Tahura WAR memiliki potensi hasil hutannya maupun juga keindahan alamnya.

"Bukan itu saja, di Tahura WAR ini sedang dalam proses pembangunan observatorium atau teropong bintang dengan fasilitas yang lebih modern, lebih maju, baru, dan canggih," ujarnya pula.

Ia menjelaskan, di sekitar teropong bintang juga banyak terdapat tempat yang memiliki pemandangan bagus dan indah.

"Hal itu akan kami tata sedemikian rupa, sehingga bisa menjadi destinasi wisata alternatif dan utama untuk masyarakat Lampung atau pun Indonesia," kata Taufik lagi.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap teropong bintang selain bisa digunakan untuk pendidikan, juga untuk wisata.

"Melihat luar biasa antusias masyarakat pda Festival HHBK hari ini, ke depan setiap tahun pemprov akan melaksanakan kegiatan seperti ini lagi, sebagai promosi wisata sekaligus hasil hutan bukan kayu," kata Taufik.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Syaiful Bachri menyatakan bahwa acara Festival HHBK 2018 yang ketiga kalinya ini terhitung sukses.

Kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2016 dan 2017. Festival ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Lampung untuk mengangkat potensi sumber daya hutan terutama hasil hutan nonkayu agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

"Selain itu, konsep festival yang disajikan Dinas Kehutanan ingin mengkombinasikan budi daya dan budaya, sehingga diharapkan festival ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tahura WAR," ujarnya.

Syaiful juga mengajak peserta ke lokasi pintu gerbang masuk ke calon lokasi teropong bintang ke arah puncak Gunung Betung.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar