Malaysia bidik 1.000 wisatawan Palembang per pekan

id irene camalyn, pariwisata, malaysia

Malaysia bidik 1.000 wisatawan Palembang per pekan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (Antarasumsel.com) - Malaysia membidik 1.000 wisatawan Palembang mengunjungi Kuala Lumpur pada setiap pekan setelah terjalin kerja sama pariwisata dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita).

Direktur Pariwisata Malaysia untuk wilayah Sumatera Azhari Haron di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa kepercayaan diri ini lantaran adanya penerbangan langsung dari Palembang-Kuala Lumpur dan terjadi peningkatan hingga 11,6 persen untuk jumlah wisatawan asal Indonesia ke Malaysia.

"Khusus Kota Palembang sendiri, Malaysia diuntungkan karena sudah ada penerbangan langsung ke Kuala Lumpur satu kali dalam satu hari. Sejauh ini, kursi pesawat selalu penuh. Jadi, angka 1.000 wisatawan setiap pekan, terbilang masuk akal," kata Azhari.

Seusai acara "Malaysia Travel Mart & Business Session 2017" di salah satu hotel bintang ini, Azhari mengatakan bahwa sementara ini wisatawan Indonesia memberikan sumbangan besar dalam pariwisata Malaysia setelah Singapura.

Pada tahun 2016, dari data Januari s.d. Oktober diketahui dari 22 juta wisatawan manca negara diketahui sebanyak 2,4 juta berasal dari Indonesia atau meningkat 11,6 persen dibandingkan 2015.

Dari sisi pendapatan, sektor pariwisata Malaysia berhasil meraup 37,4 miliar ringgit dengan wisata belanja sebesar 11,7 miliar atau 31,4 persen dari seluruh pendapatan.

Khusus wisatawan asal Sumsel, sumber pendapatan tertinggi dari pariwisata Malaysia justru dari sektor kesehatan karena banyak warga yang mendatangi Kuala Lumpur dan Penang untuk kepentingan berobat.

Selain itu, dia tidak membantah bahwa banyak faktor pendongkrak kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia ini, salah satunya adanya "mega sale" sebanyak empat kali dalam satu tahun, dan perbaikan kurs mata uang rupiah terhadap ringgit Malaysia.

"Ke depan, kerja sama dalam hal parwisata ini akan ditingkatkan lagi karena negara-negara ASEAN telah bersepakat untuk membangun Visit ASEAN 2017," kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Irene Camalyn mengatakan bahwa sementara ini kerja sama dengan Malaysia ini terbilang saling menguntungkan karena sejauh ini wisatawan asal Malaysia menjadi yang terbanyak di Sumsel pada tahun 2016.

"Saat ini tidak bisa lagi menjual sendiri-sendiri, seperti halnya wisatawan Indonesia jika ingin ke Eropa, ingin juga ke Paris, Belanda, dan lainnya. Demikian pula sebaliknya, ketika wisatawan dari Eropa datang diharapkan bukan hanya ke Malaysia, melainkan juga Indonesia, Singapura, Thailand, dan lainnya," kata Irene.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumsel, jumlah wisatawan yang mengunjungi Sumsel mencapai 58.000 pada tahun 2016 atau naik 1.000 orang dibandingkan 2015.