Tumor payudara sebagian besar bersifat jinak. Beberapa jenis jinak yang paling sering ditemukan meliputi tumor padat yang paling sering dialami wanita usia muda. Teksturnya kenyal seperti karet dan sangat mudah digerakkan.
Kantung berisi cairan yang ukurannya bisa berubah seiring siklus menstruasi. Kondisi umum yang membuat payudara terasa menggerenjel, padat, dan sering nyeri, terkait erat dengan perubahan hormon bulanan.
"Sementara itu tumor ganas atau kanker payudara umumnya berawal dari saluran susu atau kelenjar penghasil susu," katanya.
Faktor risiko seperti usia di atas 50 tahun atau riwayat keluarga dengan kanker payudara tidak dapat diubah. Namun, dapat mengambil tindakan pencegahan melalui gaya hidup, seperti jaga berat badan ideal. Aktif bergerak dan batasi konsumsi alkohol. "Menyusui jika memungkinkan, sebab menyusui anak dapat membantu menurunkan risiko," katanya.
Lalu, deteksi dini adalah kunci utama, sebab tidak semua benjolan adalah kanker, tetapi setiap benjolan wajib diperiksa. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah SADARI atau periksa payudara sendiri setiap bulan, 7–10 hari setelah menstruasi untuk mengenali kondisi normal payudara.
SADANIS atau periksa payudara klinis dengan langsung oleh dokter atau tenaga medis terlatih. Pencitraan, yakni USG payudara untuk membedakan padat atau kista atau Mammografi, yaitu mencari tumor yang sangat kecil.
Ada juga langkah biopsi, yakni prosedur pengambilan sampel jaringan tumor untuk diuji di laboratorium. Ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan diagnosis pasti apakah sel tersebut jinak atau ganas.
"Wanita disarankan mulai membiasakan SADARI sejak usia 20 tahun. Untuk pemeriksaan klinis dan Mammografi rutin, umumnya disarankan mulai usia 40 tahun ke atas atau lebih awal jika memiliki risiko tinggi," katanya.
Dokter: Pria memiliki jaringan payudara bisa berkembang jadi kanker
Dokter Spesialis Bedah Umum Eka Hospital Depok Feyona Heliani Subrata memberikan pemaparan terkait kanker payudara kepada wartawan di Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
