Alkusnadi mengatakan korban memiliki hubungan asmara dengan saksi RM, yang mana pada Senin (27/1) sekitar pukul 19.00 WITA, korban BI mendatangi rumah RM di Desa Banua Kupang bermaksud untuk melamar janda beranak satu tersebut.
Saat acara lamaran berlangsung, pelaku MA alias Ugon datang ke rumah RM dan berteriak meminta korban untuk keluar dari dalam rumah. Pihak keluarga RM sudah melarang korban untuk tidak ke luar rumah, namun tetapi korban tetap ke luar.
Alkusnadi menyebutkan saat itu pelaku sudah menunggu dengan parang di tangan di luar rumah. Sebelum terjadi penganiayaan berat, pelaku dan korban sempat cekcok, namun sesaat setelahnya pelaku menebas korban hingga mengalami luka parah di leher, tangan, wajah, hingga telinga.
"Pelaku dan saksi RM sebelumnya pernah pacaran. Setelah RM kenal dengan korban BI, hubungan pelaku dan RM kandas. Hal ini diduga yang memicu pembunuhan tersebut,” tutur Alkusnadi.
Gara-gara asmara, kepala sekolah di Hulu Sungai Tengah di bunuh

Petugas saat melakukan olah TKP terhadap kasus pembunuhan kepala sekolah di Desa Banua Kupang, Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Senin (27/1/2025). ANTARA/HO-Polres HST.