Mengenal pendap, kuliner tradisional populer Bengkulu

id Makanan khas Bengkulu,Pendap,Pendap berbahan daun talas,Bengkulu,berita palembang, antara palembang,Sekda Pemprov Bengkulu, Hamka Sabri

Mengenal pendap, kuliner tradisional populer Bengkulu

Makanan khas Bengkulu yaitu Pendap yang berbahan baku daun talas, ikan, cabai dan kelapa parut. ANTARA/Anggi Mayasari

Kota Bengkulu (ANTARA) - Nusantara kaya khazanah suku bangsa dan adat budaya. Nusantara juga kaya aneka ragam kuliner, seperti halnya Provinsi Bengkulu yang memiliki beragam suku dan bermacam kuliner tradisional. 

Menurut sejarahnya, di wilayah Bengkulu pernah berdiri kerajaan-kerajaan, seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Patpetulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung dan Kerajaan Marau Riang di bawah Kesultanan Banten. 

Provinsi Bengkulu yang berjuluk "Bumi Rafflesia" ini kini terdiri dari 10 kabupaten/kota. Sedangkan suku yang tinggal, di antaranya Suku Rejang,  Pekal, Serawai, Mukomuko, Lembak, Basemah, Kaur dan Enggano.

Selain itu, di provinsi ini memiliki berbagai kuliner tradisional seperti bay tat, perut punai, kue som, cucur tinggit, kue bongkol, lempuk durian, lepat (lepek) binti, gelamai, manisan terong, emping dan masih banyak lagi.

Bahkan, untuk lauk makan yang cocok dikonsumsi dengan nasi hangat yaitu lemea, tempoyak udang dan ikan, gulai ikan rebung asam, gulai pisang muda, bagar hiu dan yang cukup populer adalah pendap.

Seorang pedagang pendap di Kelurahan Tanjung Agung. Kota Bengkulu, Siti, menjelaskan bahwa bahan dasar pembuatan lauk tersebut adalah daun talas, bumbu rendang, cabai, ikan laut, kelapa muda parut dan beberapa rempah khas Bengkulu.

Dalam proses pemasakan, tidak semua jenis daun talas atau keladi yang dapat digunakan hanya tiga jenis yaitu keladi putih, keladi semi hitam dan keladi hitam.

Penggunaan daun talas dalam proses pembuatan pendap agar bumbu, ikan laut, kelapa muda parut tidak hancur dan air tidak masuk ke dalam bahan tersebut saat direbus.

"Selain menggunakan daun talas yang cukup banyak, pembuatan pendap juga menggunakan daun pisang yang diikat dengan tali plastik," ujar Siti di Kota Bengkulu.

Lauk khas Bengkulu ini merupakan kuliner dengan cita rasa yang gurih,  serta didominasi oleh rasa pedas.  Dulu pendap dikonsumsi oleh masyarakat sebagai cocolan ubi oleh warga setempat, khususnya Kabupaten Bengkulu Selatan.


Pembuatan pendap

Pendap yang merupakan makanan khas Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, pernah masuk dalam tiga besar kategori makanan tradisional populer pada kegiatan Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards pada 2022.

Sebanyak 34 provinsi dan 140 kabupaten/kota yang terwakili dalam 180 nominasi di Indonesia,  makanan khas pendap masuk dalam 3 besar kategori makanan tradisional terpopuler.

Pendap merupakan makanan khas dari Provinsi Bengkulu yang berbahan baku daun talas, kelapa parut, kelapa goreng, kunyit, lengkuas, ikan laut, cabe rawit, cabe merah, daun pisang, merica, garam, dan asam jawa.

Seorang pembuat pendap di Kota Bengkulu Isnaini, menjelaskan proses memasaknya diawali dengan bahan inti seperti kunyit, lengkuas, cabe merah, cabe rawit dan merica dihaluskan kemudian dimasukkan dalam wadah besar.

Proses perebusan pendap memakan waktu sekitar delapan jam. Hal tersebut dilakukan agar daun talas dapat dikonsumsi dan tidak menimbulkan rasa gatal.

Pada proses perebusan pendap tersebut tidak boleh ditinggal, sebab air rebusan pendap tidak boleh kering sehingga harus diisi jika air rebusan berkurang.

Dengan proses perebusan yang cukup lama, menyebabkan pendap memiliki daya tahan cukup lama untuk disimpan dengan rata-rata dapat bertahan sekitar empat hingga lima hari usai proses perebusan tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang pendap lainnya, Nur Laili bahwa proses pembuatan pendap membutuhkan ketelitian untuk menghasilkan pendap yang lezat, seperti bumbu yang digunakan harus sesuai dengan takaran. Sebab, jika takaran bumbu salah maka rasanya akan berbeda dan cepat berubah saat disimpan dalam waktu lama.

Kemudian, untuk jenis ikan yang digunakan beragam, seperti menggunakan jenis ikan kakap, ikan dencis maupun ikan lainnya yang tidak memiliki banyak tulang.

"Setelah bumbu dan ikan diolah, Pendap dibalut dengan daun talas hingga rapat dan ditambah dengan daun pisang lalu diikat mengguna
plastik agar tidak bocor saat direbus," ucapnya.

Harga pendap yang dijual di Kota Bengkulu bervariasi mulai dari harga Rp8 ribu hingga Rp15 ribu tergantung ukuran bungkusan dan jenis ikan yang digunakan.


Makanan populer

Tiga makanan tradisional terpopuler pada  API Awards pada 2022 yaitu coto manggala, dari Kotawaringin Barat, pendap dari Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Se’i dari Nusa Tenggara Timur. 

Dengan masuknya pendap sebagai makanan tradisional populer pada 2020, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya melakukan promosi atas potensi kuliner yang dimiliki, termasuk kekayaan pariwisata di Bengkulu. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Bengkulu, Hamka Sabri, menegaskan bahwa melalui promosi pariwisata diharapkan dapat meningkatkan dan membangun perekonomian masyarakat di Provinsi Bengkulu.

"Untuk membangun Bengkulu, yaitu melalui pariwisata. Secara geografis paling memungkinkan membangun perekonomian Bengkulu melalui promosi berbagai potensi yang ada. Bengkulu merupakan kota tujuan masyarakat untuk berwisata," kata dia.

Promosi pariwisata yang dilakukan Provinsi Bengkulu di antaranya mengikuti pameran nasional seperti  Festival Tabut di Kota Bengkulu dan Festival Gurita di Kabupaten Kaur. Kegiatan tersebut masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2023. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai kegiatan tersebut  dapat menjadi penggerak ekonomi dan ajang membangkitkan nilai pariwisata di Bengkulu.

Pada festival tersebut Pemprov Bengkulu akan menampilkan dan memperkenalkan kekayaan Provinsi Bengkulu termasuk makanan khas Bengkulu. Sebab, dalam festival itu,  tamu yang akan hadir tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari mancanegara.

Untuk memperkenalkan makanan khas dan kesenian Bengkulu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu selama ini terus melakukan pembinaan terhadap sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

UMKM makanan khas Provinsi Bengkulu kini  berpotensi untuk  ekspor.  Selain produk kerajinan, beberapa panganan khas Bengkulu seperti gelamai, lepat binti, bay tat dan beberapa makanan lainnya, telah diekspor  seperti ke Malaysia, Singapura, Thailand dan lainnya.

Guna mendukung para pelaku UMKM untuk melakukan ekspor, Pemprov Bengkulu melakukan pembinaan dan mendukung 51 produk UMKM agar fokus melakukan kegiatan ekspor untuk produk makanan dan minuman.

"Saat ini 51 pelaku UMKM di wilayah Provinsi Bengkulu telah menghasilkan produk berkualitas ekspor, seperti kopi, sirop jeruk kalamansi hingga keripik pisang," kata Kepala Disperidag Provinsi Bengkulu Yennita Syaiful.

Keberagaman merupakan kekuatan. Kekayaan akan adat, seni budaya, dan juga kuliner khas yang dimiliki berbagai daerah di Nusantara, seperti halnya yang ada di Bengkulu, merupakan salah satu kekuatan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. 

 
 
Makanan khas Bengkulu yaitu Pendap yang berbahan baku daun talas, ikan, cabai dan kelapa parut. ANTARA/Anggi Mayasari