Pemkot Palembang realisasikan BLT-BBM pekan keempat November

id blt-bbm,bantuan ojol,bantuan iuran pdam,umkm,pemkot palembang,berita palembang

Pemkot Palembang realisasikan BLT-BBM pekan keempat November

Sejumlah pengemudi angkutan umum mengambil bantuan langsung tunai di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Kota Surabaya, Selasa (15/11/2022). ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya/am.

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan segera merealisasikan bantuan langsung tunai kompensasi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BLT-BBM) sebagai upaya pengendalian inflasi di daerah itu.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkot Palembang Ahmad Zulinto di Palembang, Rabu, mengatakan penyaluran bantuan tersebut akan dilaksanakan pada pekan keempat bulan November 2022.

“Untuk administrasinya sudah selesai tinggal pelaksanaan saja yang dimulai pada pekan keempat bulan November atau paling lambat awal bulan Desember,” kata dia.

Baca juga: BLT-BBM untuk Ojol di Palembang masih tahap verifikasi

Program BLT-BBM tersebut yakni pemberian subsidi tagihan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), bantuan kepada ojek daring, dan padat karya.

Selain itu, bantuan beras subsidi untuk masyarakat dan bantuan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Dia mengatakan untuk penyaluran bantuan beras subsidi akan dilakukan kantor setiap kecamatan di kota ini, sedangkan bantuan UMKM berupa alat-alat produksi kepada pelaku usaha untuk menunjang pekerjaan menjadi lebih baik.

Zulinto mengharapkan bantuan-bantuan ini dapat menekan angka inflasi di kota ini.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan bantuan kompensasi penyesuaian harga BBM subsidi, bersumber dari dana transfer ke daerah berupa Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total senilai Rp9,8 miliar.

Ia mengatakan target calon penerima bantuan kompensasi BBM subsidi menyasar ke berbagai profesi yang terdampak secara ekonomi.

Sasaran tersebut, antara lain tukang ojek daring, sopir angkutan umum, nelayan, dan pelaku UMKM sebagaimana ditargetkan pemerintah provinsi setempat.

Berdasarkan hasil koordinasi bersama seluruh organisasi perangkat daerah-BUMD Palembang disepakati mengalokasikan anggaran senilai Rp4,6 miliar untuk membuka lapangan pekerjaan bersifat padat karya kepada masyarakat yang tersebar di 107 kelurahan.
Baca juga: Pemkab OKU siapkan dana BLT untuk ribuan warga terdampak inflasi