Ratusan kendaraan pemudik di perbatasan Jambi-Sumsel putar balik sebelum masuk Jambi

id Polda jambi,.larangan mudik',mutar balik,mudik ke jambi,mudik,pemudik mutar balik

Ratusan kendaraan pemudik di perbatasan Jambi-Sumsel putar balik sebelum masuk Jambi

Polisi memeriksa pengemudi bis di Tempino, Kabupaten Muarojambi, Jambi, Kamis. Petugas gabungan menyuruh ratusan pengemudi kendaraan kembali ke lokasi asal karena ada larangan pulang kampung untuk berlebaran 2021 guna menekan angka penyebaran virus Korona. ANTARA/HO

Jambi (ANTARA) - Petugas gabungan telah menyuruh ratusan pengemudi kendaraan di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan memutar balik kendaraannya sejalan dengan pemberlakuan larangan pulang kampung.

Petugas yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2021 menerapkan itu kepada ratusan pengemudi sepeda motor, mobil pribadi, travel hingga bus penumpang yang tidak memiliki surat resmi dan persyaratan yang telah ditentukan.

Direktur Lalu-lintas Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Heru Sutopo, didampingi Kepala Polres Muarojambi, AKBP Ardiyanto, di pos penyekatan perbatasan Jambi-Sumatera Selatan di Tempino, Kabupaten Muarojambi, Kamis, mengatakan hal itu.

Baca juga: Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, ratusan kendaraan hendak masuk Palembang dihalau mutar balik

Ada 50 personel gabungan di Pos Penyekatan Tempino ini yang bersiaga sangat ketat menerapkan aturan itu. Pada hari pertama larangan pulang kampung mereka menyuruh hingga 200 pengemudi kendaraan kembali ke lokasi asalnya.

"Kurang lebih 170 sampai 200 kendaraan yang sudah kita putar balikkan karena tidak memiliki dokumen sesuai aturan berlaku," kata Sutopo.

Selain itu, petugas pada Operasi Ketupat 2021 di Tempino ini juga melakukan uji cepat antigen, bagi mereka yang tidak dilengkapi surat bebas Covid-19.

Kegiatan penyekatan dalam operasi ketupat di wilayah perbatasan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan akan terus berlanjut hingga 17 Mei mendatang dan pelaksanaannya sesuai aturan larangan mudik Lebaran.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar