ACT Sumsel-MRI salurkan bantuan untuk korban kebakaran di Palembang

id act sumsel,aksi cepat tanggap,kebakaran palembang,apar,donasi kebakaran,donasi act,mri palembang,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antar

ACT Sumsel-MRI salurkan bantuan untuk korban kebakaran  di Palembang

ACT Sumsel dan MRi Palembang menyalurkan donasi kepada korban terbakarnya sembilan unit rumah di Jalan Faqih Usman Kelurahan I Ulu Kota Palembang, Minggu (15/11) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Palembang menyalurkan bantuan kepada korban terbakarnya sembilan unit rumah di Jalan Faqih Usman Kelurahan I Ulu Kota Palembang.

Humas ACT Sumsel Hening di Palembang, Minggu, mengatakan tim menyalurkan 30 paket sembako dan pakaian anak-anak kepada 23 kepala keluarga korban kebakaran yang terjadi pada Jumat (13/11) tersebut.

"Ada 82 jiwa yang menjadi korban, saat ini mereka masih membersihkan sisa-sisa kebakaran untuk mencari harta benda yang masih bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Kebakaran dengan cepat menghanguskan deretan rumah panggung semi permanen karena angin bertiup kencang saat warga berupaya memadamkan, beruntung kesigapan petugas damkar dan turunya hujan membuat api padam.

Ia mengimbau masyarakat selalu waspada mengantisipasi kebakaran meski saat ini memasuki musim hujan, karena pemukiman yang padat dan tidak tersedianya alat pemadam (apar) dapat memicu api kecil menjadi bencana kebakaran.

"Kami berharap bantuan ini bisa mengurangi beban korban," tambahnya.

ACT juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu para korban, yakni melalui rekening 6600005505 BNI Syariah dan 1270007816612 Mandiri atas nama Aksi Cepat Tanggap.

Sementara salah satu korban Ardani mengucapkan terima kasih atas bantuan ACT, rumahnya habis terbakar dan ia tidak sempat menyelamatkan barang apapun saat terjadi kebakaran.

"Baru minggu lalu istri saya meninggal, sekarang rumah juga habis terbakar," kata Ardani.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar