BSB perkenalkan layaan QRIS di Palembang

id BSB,bank sumsel babel,transaksi non tunai,perbankan,bank bsb,qris

BSB perkenalkan layaan QRIS di Palembang

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin. (ANTARA/HO/20)

Palembang (ANTARA) - Bank Sumsel Babel memperkenalkan layanan transaksi nontunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Direktur Kepatuhan Bank Sumsel Babel Mustakim di Palembang, Selasa, mengatakan fasilitas QRIS ini akan mempermudah para nasabah serta para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam bertransaksi.

“ kata dia setelah kegiatan Pembukaan Festival Kuliner Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menjelaskan QRIS adalah standar kode QR Nasional untuk menfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019.

QRIS merupakan pembayaran digital menggunakan scan QR Code dan dapat discan (dibaca) oleh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran.

QRIS sudah memberikan Persetujuan ke beberapa PJSP untuk melakukan pembayaran melalui QRIS QR Code. Minimal transaksi pembayaran mulai dari Rp1 – Rp 1.000.

“Transaksinya nontunai artinya tidak kontak secara langsung. Artinya ini sesuai dengan kondisi saat ini, yakni adanya upaya pembatasan kontak fisik secara langsung,” kata dia.

Fasilitas QRIS tersebut diberikan kepada para nasabah atau pedagang (merchant) yang telah bermitra langsung dengan Bank Sumsel Babel.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan BSB menjadi satu dari 6 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Tanah Air yang telah memanfaatkan QRIS untuk transaksi nasabah.

Hingga 29 September 2020, tercatat ada 1.649 QRIS yang diterbitkan oleh Bank Sumsel Babel.

“Harapannya penetrasi merchant QRIS maupun pengguna QRIS melalui layanan Bank Sumsel Babel mobile banking terdapat peningkatan yang signifikan,” kata dia.

Menurutnya, awalnya Bank Sumsel Babel telah membangun sistem quick response sendiri. Namun dalam perjalanannya, perusahaan menilai sistem tersebut malah menyulitkan nasabah dan merchant. Sehingga, Bank Sumsel Babel pun mengajukan diri untuk bergabung dalam sistem pembayaran QRIS yang dirancang Bank Indonesia.

Ia memaparkan penggunaan QRIS sangat menguntungkan karena selain bersifat cashless, QRIS dapat ditransaksikan dari berbagai aplikasi berbasiskan mobile baik yang dikelola oleh lembaga perbankan maupun nonperbankan, karena sifatnya universal dan terintegrasi. Terhadap nasabah tidak dibebani biaya apapun.

“QRIS saat ini sangat cocok untuk transaksi yang bersifat ritel. Pasalnya, sesuai dengan PADG BI No 21/18/PADG/2019 batas nominal per transaksi QRIS adalah Rp2 juta,” kata dia.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan layanan transaksi notunai dari BSB ini telah memotivasi para UMKM lainnya untuk dapat lebih mengenal perbankan.
 
“Yang namanya usaha itu harus kenal dengan bank, jika tidak maka sulit berkembang,” kata dia.