Program Daging Qurban di Sulsel, ACT target hewan kurban 700 ekor

id ACT Sulsel, Dapur Qurban ACT 2019,idul adha

Program Daging Qurban di Sulsel, ACT target hewan kurban 700 ekor

Ketua ACT Sulsel, Faizal Agunisman. (ANTARA Foto/HO/Humas ACT Sulsel

Makassar (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan menargetkan 700 ekor hewan qurban bisa dikumpulkan pada  2019 melalui Program Daging Qurban yang sudah bergulir sejak tahun lalu.

"Bismillah, Insya Allah di angka 700 ekor target kami. Seiring semakin meningkatnya kepercayaan umat untuk menitipkan kurbannya melalui ACT," ungkap Ketua ACT Sulsel, Faizal Agunisman yang dihubungi  di Makassar, Rabu.

Tahun 2018, ACT Sulsel berhasil menghimpun hewan kurban masyarakat Sulsel sebanyak 296 ekor, dan pada pertengahan Juli tahun ini baru mencapai 50 ekor lebih, namun ACT Sulsel optimis target tersebut bisa dicapai.

"Saya belum update angka tepatnya per hari ini tetapi Sulsel baru 50-an dan akan terus bertambah seiring makin dekatnya hari Raya Idul Adha, Insya Allah," ucapnya.

Dapur Qurban ACT merupakan sebuah konsep mengorganisir proses pelaksanaan kurban dari hulu ke hilir, dari proses sembelih, pengulitan, pencacahan dan pengemasan untuk kemudian dibagikan kepada kaum duafa.

Alasan disebut Dapur Qurban karena sebagian daging kurban akan diolah menjadi masakan siap santap, semisal sate dan makanan khas daerah tertentu, termasuk Sulsel. Makanan siap santap itu akan disantap bersama-sama oleh pekurban dan kaum duafa.

"Yang masif itu tahun lalu di DKI Jakarta, saat Bapak Anies Baswedan melakukan program Dapur Qurban bersama ACT di setiap Kecamatan di DKI," ceritanya.

Hal yang sama juga akan dilakukan pihak Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, sebanyak enam ekor hewan qurban yang dipercayakan kepada ACT untuk pengelolaannya sampai ke masyarakat.

"Insya Allah tahun ini hewan qurban yang dihimpun oleh FTI akan disembelih sekitar dua ekor di lingkungan kampus dan selebihnya akan disembelih serta disalurkan ke pelosok negeri hingga ke luar negeri dimana terdapat krisis pangan dan kemanusiaan," terangnya.

Spirit yang coba dibangun ACT ialah mengantarkan kebahagiaan, menumbuhkan kepedulian serta membangun kebersamaan dan persatuan tanpa sekat status sosial atau strata kehidupan.


 
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar