Kapolda Sumsel minta mutu kuliner daerah dijaga

id kuliner palembang, pempek, pindang, Kapolda Sumatera Selatan, Djoko Prastowo , mutu makanan, kuliah umum, mahasiswa Poltek Pariwisata

Pempek kapal selam (telor) (Foto Antarasumsel.com/den/16)

Palembang (Antarasumsel.com) - Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Djoko Prastowo minta kepada pengusaha kuliner harus selalu menjaga mutu, karena makanan khas daerah merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sumsel terkenal dengan Pempek sehingga mutu kuliner tersebut harus selalu dijaga, kata Kapolda saat berbicara pada kuliah umum di hadapan mahasiswa Poltek Pariwisata Negeri Palembang, Jumat.

Dia mengatakan, wisatawan berkunjung umumnya selalu membawa makanan khas daerah untuk dijadikan oleh-oleh ke tempat tinggal mereka.

Begitu juga bila mereka berkunjung ke Palembang maka Pempek yang akan dibeli untuk buah tangan, kata dia.

Ia mengatakan, mutu makanan khas Palembang itu harus selalu dijaga supaya wisatawan tidak kecewa.

Hal ini karena bila ada Pempek tercampur hal kurang sehat atau bahan pengawet yang merusak kesehatan, maka peristiwa tersebut akan dikenang wisatawan ketika berkunjung ke Sumsel.

Apalagi Sumsel sekarang ini sudah menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, karena rutin menjadi tuan rumah kegiatan olahraga internasional, ujar dia.  
Dia mengatakan, pihak Kementerian Pariwsiata telah menyatakan bahwa Sumsel menjadi tempat wisata olahraga.

Selain itu juga penerbangan dari dan menuju Sumsel cukup ramai karena berbagai jenis maskapai sudah ada di provinsi yang akan 
menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Bila penumpang pesawat membawa Pempek maka diperkirakan kuliner khas Palembang tersebut beberapa ton terjual untuk dikirim keluar daerah, kata dia.

Memang, lanjut dia, dalam menjaga mutu makanan khas itu sudah menjadi tugas bersama terutama BPOM, karena mereka yang mengawasi dan mengetahui kualitasnya.

Memang pihaknya terus mengawasi sekaligus memproses bila terjadi pelaporan dan ditemukan makanan yang dicampur pengawet, tambah dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar