Palembang (ANTARA Sumsel) - Penjahit pakaian di Palembang, Sumatera Selatan sejak memasuki bulan suci Ramadhan hingga saat ini mengaku "banjir" order atau memperoleh banyak permintaan menjahit kemeja dan celana panjang untuk kebutuhan warga berlebaran.
Sejumlah penjahit di kawasan Sekip Ujung Palembang, Senin mengatakan, dalam sebulan terakhir hampir setiap hari ada yang datang meminta dijahitkan pakaian dan celana panjang ke kios atau tokonya.
Derlius salah seorang penjahit di kawasan itu mengatakan, seperti biasanya menjelang Lebaran banyak masyarakat yang membutuhkan pakaian dan celana baru agar bisa tampil gaya dan rapi pada hari besar keagamaan umat Muslim nanti.
Pelanggan meminta dijahitkan pakaian dan celana ada membawa bahan sendiri, dan ada juga membeli bahan yang tersedia dalam aneka pilihan warna serta kualitas di tokonya.
Untuk ongkos jahit celana panjang Rp50.000 per potong, sedangkan jika pelanggan menggunakan bahan yang tersedia di toko dikenakan biaya Rp150.000 - Rp200.000 per potong tergantung kualitas bahan digunakan.
Sedangkan ongkos jasa menjahit kemeja biasa Rp65.000 per potong, kemeja batik Rp135.000 per potong termasuk pelapis/puring.
Pelayanan menjahit pakaian dan celana untuk digunakan pada Lebaran dibuka hingga 10 Agustus 2012, sedangkan pesanan di atas tanggal itu harus menunggu setelah hari besar keagamaan tersebut.
Selain menjahit kemeja dan celana panjang, menjelang Lebaran ini juga banyak permintaan pemotongan celana jins. Pemotongan celana tersebut dikenakan ongkos Rp12.500 per potong, kata Derlius.
Sementara penjahit lainnya Agung menjelaskan, selain banyak pesanan menjahit kemeja, celana panjang dan pemotongan jins, dia juga banyak melayani permintaan pembuatan jas karena di Kota Palembang setiap habis Lebaran banyak yang melangsungkan pesta pernikahan.
Ongkos menjahit jas Rp600.000 per stel, sedangkan jika pelanggan menggunakan bahan koleksi yang ada di tokonya dekenakan biaya Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per stel tergantung kualitas bahan digunakan, kata dia menambahkan.(Y009)
