Saat ledakan petasan terjadi, lanjut dia, ada tiga orang yang berada di dalam rumah, dan dua orang di antaranya terluka akibat ledakan tersebut, yakni penghuni rumah Nur Imam Ghazali yang mengalami luka bakar 50 persen dan anaknya berusia 14 tahun mengalami luka ringan.
"Kami sudah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP untuk mencari sisa bahan baku bubuk mesiu yang mungkin bisa menimbulkan ledakan susulan ketika ada titik api," katanya.
AKBP Bayu mengatakan bahwa Polres Jember juga melakukan koordinasi dengan Labfor Polda Jatim untuk memastikan sumber ledakan dan bahan baku yang digunakan untuk petasan hingga menimbulkan ledakan yang besar, bahkan menyebabkan rumah rusak berat.
"Barang bukti yang diamankan, yakni dua bungkus plastik petasan/mercon yang sudah diisi dan belum diisi bubuk," ujarnya.
Untuk korban, lanjut dia, masih dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak membuat atau menjual petasan menjelang Lebaran 2025 karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sebuah rumah hancur dan satu korban terluka akibat ledakan petasan