PT MBJ aktifkan Saung Belajar bantu Suku Anak Dalam Musi Banyuasin melek huruf

id suku anak dalam,muba,musi banyuasin,pendidikan,orang rimba,melek huruf sad,suku sad

PT MBJ aktifkan Saung Belajar bantu Suku Anak Dalam Musi Banyuasin melek huruf

Saung Belajar Suku Anak Dalam di Desa Pagar Desa, Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. (ANTARA/HO-PT MBJ)

Dan minggu ini ada penambahan 2 murid dari awal 12 menjadi 14 murid
Palembang (ANTARA) -
PT Marga Bara Jaya, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur di Sumatera Selatan, mengaktifkan kembali Saung Belajar untuk membantu Suku Anak Dalam di Desa Pagar Desa, Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), melek huruf dan angka.

Perwakilan PT MBJ Anton Wasito di Palembang, Kamis, mengatakan perusahaan bekerja sama dengan institusi pendidikan setempat untuk mendorong peningkatan kemampuan membaca dan berhitung anak-anak SAD.

“Ini wujud sumbangsih perusahaan bagi masyarakat sekitar,” kata Anton.

Ia mengatakan rendahnya angka melek huruf dan angka sepatutnya menjadi keprihatinan bersama, apalagi akses pada fasilitas pendidikan sangat minim di kawasan tersebut.

Lantaran itu pula, perusahaan berinisiatif mendirikan Saung Belajar bagi anak-anak SAD dengan mendatangkan guru yang berafiliasi dengan SD terdekat.

Saung Belajar ini sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 2021 namun baru diaktifkan kembali pada tahun 2022, yang mana sejak satu bulan lalu sudah menjalankan proses belajar dan mengajar.

Saung Belajar ini hanya berjarak 500 meter dari pemukiman SAD Sungai Badak atau jauh lebih dekat dibandingkan lokasi sebelumnya yang berjarak sekitar 6 Km.

Baca juga: Anak Rimba menuntut pendidikan

Kepala Sekolah SD Negeri Pagar Desa, Dodo mengatakan saat ini kondisi pendidikan anak-anak SAD usia 7-12 tahun ini terbilang memprihatinkan karena hampir 70 persen menyandang status buta huruf.

Saat ini di sekitar wilayah Sungai Badak terdapat sekitar 20 anak-anak SAD, yang mana 12 anak sudah mulai aktif mengikuti kegiatan belajar di Saung belajar.

“Dan minggu ini ada penambahan 2 murid dari awal 12 menjadi 14 murid,” kata dia.

Secara bertahap, pihaknya akan diupayakan penambahan murid kurang lebih 15 -20 murid dari kawasan Sungai Renja.

Untuk aktivitas belajar mengajar di Saung Belajar dibantu oleh dua orang guru, Rika Wahyuni Hia dan Dea Dewi Aryani.

Baca juga: Polisi keterunan SAD ajarkan baca tulis anak rimba di kawasan Air Hitam

Salah seorang guru Saung Belajar, Dea, mengatakan anak-anak SAD sangat antusias mengikuti proses belajar yang berlangsung tiga kali dalam seminggu. “Mereka senang dengan angka karena sangat terpakai dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Pagar Desa Firman Luther Hia mengatakan insiatif PT MBJ untuk mendirikan Saung belajar bagi SAD di wilayahnya sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Adanya Saung Belajar ini sebagai langkah awal yang sangat baik bagi masyarakat setempat. Walau masih terkendala kekurangan tenaga pengajar dan kebutuhan sarana lainnya tapi setidaknya anak-anak tak perlu menempuh jarak yang jauh untuk mengakses pendidikan.

“Setidaknya proses belajar mengajar bagi SAD sudah dimulai,” kata dia.
Baca juga: Jenjang pendidikan anak rimba SAD di Muarojambi baru sebatas SD