Polres Lahat Sumsel tangkap komplotan pembuat SIM B2 Umum palsu

id pemalsuan sim sumsel,pemalsuan sim

Polres Lahat Sumsel tangkap  komplotan pembuat SIM B2 Umum palsu

Barang bukti tindak pidana pemalsuan SIM di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel). ANTARA/HO

Sumatera Selatan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lahat, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap komplotan pelaku pembuat Surat Izin Mengemudi tipe B2 (SIM B2) Umum palsu di daerah ini.

Kepala Polires Lahat Ajun Komisaris Besar Polisi Achmad Gusti Hartono dalam keterangan resminya, Jumat, mengatakan komplotan pembuat SIM B2 Umum palsu tersebut berjumlah lima orang masing-masing berinisial DN (28), Ynk (35), Ds (52), RE (48), dan R. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Dari lima orang itu, empat tersangka sudah ditangkap dan satu berinisial R masih dalam pengejaran," kata dia.

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka, diketahui DN (28) warga Kelurahan Talang Jawa Utara, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat bertugas sebagai promotor sekaligus pemilik percetakan tempat pembuatan SIM B2 palsu tersebut.

Adapun modus mereka, tersangka DN sengaja meminta tersangka Ds untuk membuat SIM C di Satlantas Polres Lahat dengan uang imbalan senilai Rp400 ribu.

Setelah SIM C tersebut didapatkan, ia menginstruksikan tersangka R (DPO) untuk mengubah SIM C asli itu menjadi SIM tipe B2 Umum dengan keuntungan senilai Rp500 ribu.

SIM tipe B2 Umum palsu tersebut dipasarkan kepada para calon pembeli oleh tersangka RE dan Ysk, setiap SIM yang laku dijual mereka mendapatkan uang senilai Rp150 ribu.

"Kasus ini akan kami dalami. Ke depan diharapkan kasus ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Dari tangan tersangka, petugas juga mengamankan 30 buah kartu SIM B2 Umum palsu, satu unit printer dan alat percetakan lainnya untuk disita dan menjadi barang bukti.

Atas perbuatan para tersangka, mereka dikenakan Pasal 266 ayat (1), Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang Tindak Pidana Pemalsuan, Pasal 480 ayat (2) KUHP tentang Tindak Pidana Penadahan, dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021