Ratusan pemudik digiring tes antigen di perbatasan OKI

id Tes antigen,Tol,penyekatan,swab,penyekatan sumsel,berita sumsel, berita palembang, palembang hari ini

Ratusan pemudik digiring tes antigen di  perbatasan OKI

Pemudik melakukan tes antigen di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (18/5/2021). (ANTARA/HO/21)

Palembang (ANTARA) - Ratusan pemudik digiring mengikuti tes antigen di pos penyekatan yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Selasa.

Pada dua titik penyekatan yakni Pintu Tol Celikah Kayuagung dan Pangarayan Tanjung Lubuk OKI, sejumlah kendaraan diberhentikan secara acak oleh petugas gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub OKI.

.

"Hari ini setidaknya 140 orang pelintas yang diperiksa secara acak melalui GeNose C19 maupun tes antigen, sebagian mereka ingin ke Lampung dan Jawa," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Iwan Setiawan.

Hasil tes ini, petugas gabungan menemukan tiga pemudik terdeteksi reaktif COVID-19. Ketiganya langsung dikirim ke Wisma Atlet Palembang sebagai sarana isolasi yang disediakan oleh pemerintah.

Baca juga: 3.234 kendaraan putar balik selama larangan mudik di Palembang

Sejauh ini Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten OKI memprioritaskan dua pos penyekatan tersebut untuk dijadikan titik utama lokasi tes antigen bagi pemudik.

Meski demikian, pos-pos lain juga dapat melaksanakan kegiatan serupa apabila dianggap perlu.

Menurutnya, tes antigen bagi para pemudik ini akan terus berlangsung hingga diperpanjangnya masa penyekatan mudik di Sumatera Selatan yakni 31 Mei 2021.

“Upaya ini tak lain untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” kata dia.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel menunjukkan kasus aktif yang tercatat saat ini berjumlah 1.109 kasus, 836 kasus di antaranya isolasi mandiri, dan 273 kasus mendapat perawatan di rumah sakit dengan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) mencapai 47 persen.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri mengatakan tambahan kasus positif, sembuh serta meninggal masih mengalami fluktuasi, sementara untuk dampak Lebaran terhadap grafik kasus belum dapat dideteksi secara keseluruhan.

"Paling tidak satu pekan setelah Idul Fitri baru bisa dilihat trennya naik atau turun," kata dia.

Meski tiga indikator kasus itu mengalami fluktuasi, namun jumlah sampel uji swab yang diperiksa cenderung stabil pada kisaran 500 sampel atau sekitar 200-300 orang per hari.

Baca juga: Polda Lampung putar balik 671 unit kendaraan
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar