Mengenal Istana Kepresidenan: Jejak-jejak Presiden di Istana Merdeka (Bagian 2)

Pewarta : id jejak kepresiden di istana negara, istana merdeka, istana negara, presiden jokowi, joko widodo,

Istana Merdeka yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Utara. (presidenri.go.id) (presidenri.go.id)

Pada era Megawati Soekarnoputri sebagai presiden ke-5, Megawati kembali merasakan bahwa Istana dan sekitar 16 ribu benda seni itu adalah rumah sejatinya.

Sepanjang 2001-2004, ia pun melakukan sejumlah perubahan. Kantor kepresidenan dan ruang sidang kabinet ditempatkan pada bagian tengah kompleks Istana Negara yaitu menggunakan gedung yang semula Sanggar Lukisan istana presiden dan Puri Bhakti Renatama, museum cendera mata dari seluruh dunia.

Namun Megawati hanya satu kali menggunakan kantor barunya itu yaitu pada sidang kabinet paripurna menjelang pergantian Presiden pada 18 Oktober 2004. Ketika proses pembangunan gedung masih berlangsung, ia menggunakan salah satu ruang di Istana Negara sebagai kantornya.

Megawati berupaya memberikan sentuhan pribadi pada ruang kantor utama. Sejumlah lukisan dan elemen interior yang dipajang menyiratkan makna khusus dan fungsi yang jelas. Karya-karya Walter Spies, Roland Strasser dan Trubus Sudarsono termasuk yang ada di sana.

Sebuah kerajinan gajah yang melambangkan "power" diletakkan di salah satu pojok lantai. Ia mengangkat Kris Danubrata, kerabatnya sebagai staf khusus Presiden nonstrukturan bidang seni dan budaya untuk membantu.

Megawati juga sempat menggagas Gedung Bina Graha yang sudah tidak lagi digunakan sebagai kantor presiden dimanfaatkan sebagai Museum Seni Istana Presiden sehingga dapat memajang beratus karya seni, lukisan, patung, keramik, wayang serta keris-keris pusaka juga seperangkat gamelan.

Ketika pertama hadir di lingkungan istana yang ia jadikan kediaman sekaligus tempat kerjanya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik kehadiran Museum Seni Istana Presiden dan bahkan bersama Ibu Negara Kristiani Herawati alias Ani Yuhdoyono sempat mampir untuk mengetahui persiapannya.

Tapi rencana itu urung diselenggarakan karena ruang-ruang yang ada dibutuhkan untuk menampung aktivitas para penasihat Presiden SBY.

SBY pun mengubah tampilan istana sehingga lebih kelihatan hijau, menyenangkan dan rekreatif. Satu lapangan golf mini dihadirkan di taman bagian dalam Istana Merdeka. Begitu juga ruang olah raga berada di Wisma Negara.

"Pada masa Presiden Jokowi masuk ke Istana Merdeka, lapangan golf sudah tidak ada lagi tapi ruang olah raga masih tersedia di Wisma Negara," kata Kepala Biro Pengelolaan Istana MF. Darmastuti.

SBY memang menyukai lukisan-lukisan pemandangan berwarna cerah. Ia memerintahkan staf artistik istana memburu lukisan yang realis fotografis selaras dengan seleranya. Itu sebabnya lukisan besar Suhadi Baharrizki yang bertema pemandangan Gunung Sumbing terpajang di ruang resepsi Istana Merdeka. Di sisi lain bertebaran lukisan karya Yap Hian Tjay yang ringan dan manis.

Pada tahun keempat pemerintahannya, foto salon karya Ani Yudhoyono turut menghiasi ruangan istana dalam cetakan besar sementara di ruang kerja, SBY memajang sejumlah foto pribadinya dalam bingkai-bingkai yang rapi. Selanjutnya lukisan potret para Presiden RI yang sudah ada di ruang pelantikan Istana Negara berusaha diperbaharui dengan lebih sempurna.

SBY juga punya visi mengelola seni IStana Kepresidenan. Di ujung masa jabatannya, ia membuat dua museum untuk mengenang para presiden. Di sana dipajang benda-benda memorabilia, kata-kata kenangan, infografik, foto-foto serta lukisan yang dipesan khusus untuk menggambarkan enam sosok Presiden RI.

Museum para presiden RI ditempatkan di Istana Yogyakarta sedangkan Balai Kirti berada di Istana Bogor, kedua museum diresmikan pada 18 Oktober 2014, 2 hari sebelum ia mengakhiri jabatan.




Presiden Joko Widodo (kelima kanan) menerima Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD (kiri) dan anggota KAHMI lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/11/2017). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)


Presiden ke-7 yaitu Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi merupakan Presiden yang suka dengan dunia musik metal yang merupakan pengerucutan dari kegemarannya akan seni pertunjukan.

Sejak menempati istana pada penghujung 2014, Jokowi relatif belum menyentuh serius aspek seni Istana. Mungkin selain karena kesibukan, ia juga menilai situasi dan tampilan di semua Istana Presiden sudah memadai. Pun Ibu Negara Iriana tak ingin menata Istana Presiden dengan ide-ide baru

"Kalau sudah bagus, ya sudahlah," kata Jokowi

Ia pun memilih tinggal di Istana Bogor yang keindahannya tetap terpelihara seperti sebelumnya. Jokowi lalu menginstruksikan agar koleksi-koleksi istana secara berkala dipamerkan untuk mumum mulai 2016 agar masyarakat dapat menikmatinya juga.

Memang selama 71 tahun usia republik merdeka, koleksi itu belum pernah dipamerkan bagi kalangan umum di luar lingkungan Istana Presiden.

Keterbukaan Presiden Jokowi untuk penggunaan Istana Merdeka tampak dari ragam tamu yang ia undang. Bukan hanya kepala negara atau pemerintahan, ia sempat mengundang ratusan anak sekolah pada acara Gemar Membaca untuk merayakan Hari Buku Nasional.

Jokowi bahkan membacakan dongeng Lutung Kasarung dikeliling ratusan anak yang duduk lesehan di lapangan istana.    

Pada kesempatan lain hadir juga sekitar 1000 orang ulama, santri dan santriwati di halaman Istana Merdeka untuk menghadiri "Dzikir Kebangsaan" pada 1 Agustus 2017 lalu.

Acara itu digelar untuk menyambut peringatan HUT RI ke-72. Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para ulama dan undangan kompak "lesehan" di lapangan.

Selain membuka istana untuk lebih banyak orang, Presiden Jokowi juga melakukan perawatan Istana yang belum pernah dikerjakan oleh presiden sebelumnya yaitu perbaikan drainase istana istana.

"Sekarang baru perbaikan infrakstruktur di lingkungan istana yang ditangani kementrian Pekerjaan Umum (PU), drainase dan pengaspalan, hingga jaringan utilitas. Ini perawatan besar yang pertama kalinya dilakukan sejak awal istana digunakan presiden," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Setiap presiden pun meninggalkan jejak di Istana Merdeka, kantor dan rumah para pemimpin negara. (Habis)

(D017*S027)    

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar