Seniman gelas lukis kebajiran permintaan menjelang lebaran

id gelas lukis, melukis di gelas, karya seni, menjelang Lebaran, B'Frens

Seniman gelas lukis kebajiran permintaan menjelang lebaran

Dua seniman glass painting melukis di atas media gelas di sebuah sanggar seni B-Frens di Desa Majan, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (4/6/2017). (ANTARA/ Destyan Sujarwoko)

Tulungagung (Antarasumsel.com) - Sekelompok seniman "glass painting" di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, belakangan ini kebanjiran permintaan membuat gelas dan toples bergambar hasil karya seni mereka untuk persiapan menjelang Lebaran.

"Sepertinya, animo masyarakat memang lebih banyak ke produk seni 'glass painting' sehingga kami sementara fokus ke sini dulu," kata pengasuh sanggar B'Frens di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru Budianto di Tulungagung, Minggu.

Ia mengaku sengaja memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan penjualan atas karya-karya seni mereka, terutama untuk jenis produk gelas dan toples lukis untuk kebutuhan perangkat perayaan Lebaran.

Caranya, Budianto dan empat seniman lain melakukan pemasaran baik dengan cara konvensional melalui jaringan yang sudah dikenal, maupun lewat promosi di akun media sosial mereka seperti facebook, instagram, whastapp ataupun lainnya.

Selain memberi keuntungan secara ekonomi, lanjut Budianto, pemasraan produk seni glass painting bisa memotivasi beberapa seniman muda asuhannya untuk lebih giat dalam berkarya.

Tidak hanya di bidang glass painting, namun juga konsep seni lukis dengan bidang-ruang lain yang juga mereka geluti selama beberapa tahun terbentuknya sanggar B'Frens, seperti media bambu, botol, kanvas, kertas, batu dan lainnya.

"Dalam pemasaran kami masih menggunakan sistim dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan facebook maupun instagram. Dari situ pesanan mulai bermunculan," katanya.

Budi menjelaskan, setiap hari dirinyahanya mampu memproduksi dua toples dengan pola gambar yang biasa atau 15 gelas dalam tempo yang sama.

Namun Budianto tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu empat seniman glas painting lain termasuk anak perempuannya Charir Maulita (17) yang mahir di bidang desain gambar dan pembuatan motif.

Untuk harga jual, Budi mengaku bervariasi, bergantung besar kecil gelas dan toples yang dipesan serta model/desain warna yang diinginkan.

"Harga jualnya mulai Rp10 ribu per unit untuk gelas kecil ukuran sloki hingga Rp100 ribu untuk toples ukurang sedang dengan desain gambar dan warna penuh," ujarnya.

Sebab, dalam melukis diperlukan ketelatenan karena melihat media yang digunakan melingkar. "Saat ini kami masih mampu menyelesaikan dua toples setiap harinya," katanya.

Ia mengatakan, pesanan juga sudah mulai mengalir sebelum bulan ramadan, mulai dari lokal Tulungagung juga ada yang berasal dari kabupaten tetangga seperti Trenggalek, Kediri dan Blitar. Sedangkan yang baru masuk orderan dari Sidoarjo.

"Ya ini ngejar waktu, sebelum lebaran harus sudah selesai. Kami juga mempersilahkan untuk para pemesan, toples bisa membawa sendiri atau dari sini juga bisa," kata Budianto.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar