Palembang (ANTARASumsel) - Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kertapati, Palembang, sudah dialiri air bersih dan listrik sehingga dapat digunakan paling lambat pada awal Februari 2016.
Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya Ahmad Novan di Palembang, Selasa, selaku operator rusunawa mengatakan 60 Kepala Keluarga sudah terdaftar untuk menempati rusunawa tersebut.
"Untuk tahap awal ini akan difungsikan satu blok dulu yang terdiri dari 100 unit kamar, dua blok lagi akan menyusul karena yang mendaftar juga baru 60 orang. Pada tanggal 28 Januari ini rencananya akan disosialisasikan," kata Novan yang dijumpai di acara peresmian BPR Palembang.
Ia menambahkan untuk menjamin kebutuhan transportasi warga yang menempati Rusunawa Kertapati itu, PT SP2J yang juga mengelola transportasi massal BRT Trans Musi telah membuka jalur baru di kawasan tersebut dengan dilengkapi sebuah halte.
Penempatan halte baru itu juga untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan penyewa baru mengingat Pemkot Palembang berencana menempatkan ratusan penyewa Rumah Susun di Kelurahan 26 Ilir yang terdampak rencana revitaliasi.
"Jadi disiapkan dulu moda transportasinya, jadi tidak ada alasan lagi jika rusunawa sulit dijangkau," kata dia.
Rusunawa di Jalan Sriwijaya Raya Km14 itu terdiri atas tiga gedung yang akan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Untuk menempatinya, penghuni harus menyertakan surat keterangan tidak mampu dan membayar uang sewa sebesar Rp150.000 hingga Rp300.000 perbulan.
Pemerintah mendirikan rusunawa itu untuk memberikan pemukiman yang layak bagi warga dalam upaya mengurangi kawasan kumuh di pusat kota.
Sementara ini, berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Palembang diketahui bahwa layanan air bersih baru menjangkau 67 persen penduduk yang berjumlah 1,7 juta jiwa.
Selain itu terdapat sekitar 5.000 hektare kawasan kumuh yang tersebar di 59 kelurahan dan hanya 59 persen warga yang sudah menyandang sanitasi layak.
