Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terus mengejar target penambahan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengoptimalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 ini.
"Untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program MBG, kami mengupayakan pembangunan 44 SPPG tambahan pada tahun ini dari target 78 SPPG," kata Bupati Banyuasin Askolani, di Pangkalan Balai, Sabtu.
Dia menjelaskan, untuk membangun SPPG yang bisa melayani 3.000-4.000 peserta didik dan non peserta didik, selain memanfaatkan lahan Pemkab Banyuasin, pihaknya juga berupaya berkolaborasi dengan swasta dalam pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Lahan pemda yang banyak dapat dibangun SPPG sesuai standar BGN dan SPPG khusus untuk daerah 3T, serta kolaborasi swasta yang solid dalam pemanfaatan dana CSR demi pencapaian target 78 SPPG," ujarnya.
Menurut dia, secara umum pelaksanaan program MBG di kabupaten ini telah berjalan dengan baik, untuk itu perlu terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.
Untuk menjaga pelaksanaan program MBG terus berjalan dengan baik serta menjaga kesehatan penerima manfaat, seluruh proses penyajian bahan makanan harus diperiksa secara teliti agar higienis dan terhindar dari penyakit atau bakteri.
"Kami berupaya sebaik mungkin untuk melaksanakan program MBG dengan melakukan evaluasi secara berkala sehingga jika ada kendala dapat diatasi secara cepat dan tepat," ujarnya.
Program MBG bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia, menurunkan kasus gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis (stunting), serta meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak.
Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan pelaksanaan program MBG pada tahun depan bisa lebih baik, berkualitas, serta diperluas menjangkau peserta didik dan non peserta didik (sesuai Perpres No.83 Tahun 2024) seluruh desa di Kabupaten Banyuasin, harap Bupati Askolani.
Kabupaten Banyuasin kejar target penambahan SPPG, optimalkan Program MBG
Bupati Banyuasin Askolani. ANTARA/Yudi Abdullah
