
Kabupaten Banyuasin bentuk tim cegah karhutla di 153 desa

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan membentuk tim satuan tugas (tatgas) pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebar di 153 desa guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino tahun 2026.
Bupati Banyuasin Askolani dalam rilis di Banyuasin, Minggu, menyampaikan langkah strategis ini diambil untuk memperkuat mitigasi di wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
“Kami telah membentuk 153 Desa Tangguh Kebakaran di seluruh Banyuasin. Satuan tugas ini melibatkan masyarakat lokal dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tiap kecamatan agar siaga setiap saat jika muncul titik api,” ujar dia.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino dengan kategori moderat hingga kuat diprediksi mulai muncul pada periode Mei-Juli 2026.
Kondisi tersebut diperkirakan memperparah musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan, dengan rincian prediksi, yakni terjadi pada Agustus dan September.
Kondisi curah hujan diperkirakan berada di bawah normal atau jauh lebih kering dibandingkan dengan rata-rata tahunan.
Ia menjelaskan Kabupaten Banyuasin memiliki tantangan khusus dalam menghadapi cuaca ekstrem ke depan. Hal ini berkaitan dengan kondisi geografis wilayah tersebut yang memiliki karakteristik lahan yang rentan.
“Kabupaten Banyuasin merupakan pemilik lahan gambut terluas kedua di Sumatera Selatan. Karakteristik lahan ini memerlukan perhatian ekstra karena jika sudah terbakar, pemadamannya akan jauh lebih sulit dan memakan waktu lama,” katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat melalui Desa Tangguh Kebakaran, dan sektor swasta, Pemkab Banyuasin berharap, dapat menekan angka titik panas dan mencegah bencana kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
