Logo Header Antaranews Sumsel

Kabupaten OKI perkuat kesiapsiagaan hadapi karhutla pada musim kemarau

Kamis, 23 April 2026 16:44 WIB
Image Print
Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan Muchendi. ANTARA/HO/Pemkab OKI

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026 melalui apel siaga terpadu yang digelar pada Rabu (22/4).

Sebanyak 1.051 personel diterjunkan dalam apel siaga itu terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Bupati OKI Muchendi dalam keterangan pers tertulis yang diterima oleh ANTARA di Palembang, Kamis, mengatakan pihaknya telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla sejak 14 April 2026 sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung panjang.

Penetapan status tersebut, lanjutnya, memungkinkan koordinasi lintas instansi berjalan lebih efektif, terutama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan di lapangan.

“Patroli dan edukasi terus ditingkatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” katanya.

Pemkab OKI juga menerima bantuan peralatan senilai Rp1,5 miliar dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) serta memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan), termasuk penyediaan pompa air bagi petani untuk mengurangi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kegiatan apel juga diisi dengan simulasi penanganan karhutla serta pengecekan kesiapan personel dan perlengkapan guna memastikan respons cepat dan terpadu apabila terjadi kebakaran.

Sementara itu Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho yang memimpin apel menegaskan pentingnya kesiapsiagaan melalui sinergi dan langkah konkret di lapangan, dengan mengedepankan pencegahan serta deteksi dini.

“Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesungguhan untuk menyatukan langkah dan meningkatkan kewaspadaan bersama,” ujarnya.

Sandi menambahkan kesiapan harus mencakup seluruh sumber daya, mulai dari personel, peralatan, logistik hingga sistem komando lapangan. Patroli terpadu juga diminta diperkuat disertai percepatan verifikasi titik panas agar kebakaran dapat dikendalikan sejak dini.

Menurut dia, karakteristik lahan gambut di Sumatera Selatan, khususnya di wilayah OKI, membuat api mudah menyebar di bawah permukaan dan sulit dipadamkan, sehingga upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran telah meluas.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026