Logo Header Antaranews Sumsel

BKKBN Sumsel targetkan 1.924 akseptor aktif di Musi Banyuasin

Sabtu, 2 Mei 2026 17:21 WIB
Image Print
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Arios Saplis (kanan) saat kegiatan layanan KB di Musi Banyuasin. ANTARA/HO/BKKBN Sumsel

Palembang (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Selatan, menjalankan program pelayanan keluarga berencana dengan menargetkan 1.924 akseptor di Musi Banyuasin dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Arios Saplis dalam rilisnya di Palembang, Sabtu, mengatakan hal itu sebagai upaya memperkuat pembangunan keluarga dan menekan angka stunting.

Ia menyatakan bahwa pelayanan serentak ini merupakan upaya masif untuk mendekatkan akses kontrasepsi kepada masyarakat pedesaan.

"Kami menargetkan 1.924 akseptor di seluruh wilayah Muba. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung program Bangga Kencana serta percepatan penurunan stunting melalui perencanaan keluarga yang matang," ujarnya.

Arios menjelaskan, layanan ini menyediakan berbagai pilihan metode kontrasepsi, mulai dari metode jangka pendek hingga metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang dinilai lebih efektif untuk mengatur jarak kelahiran. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara BKKBN, pemerintah daerah, dan bidan sangat krusial dalam keberhasilan program ini.

"Bidan adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Melalui momentum HUT IBI ini, kita perkuat sinergi agar kualitas hidup keluarga di Sumatera Selatan, khususnya di Muba, semakin meningkat," tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Muba Patimah Toha mengapresiasi langkah BKKBN Sumsel. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga adalah kunci dalam menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Melalui pemberian layanan gratis ini, diharapkan angka partisipasi KB di Musi Banyuasin terus meningkat, sehingga visi mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan bebas stunting dapat segera tercapai.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026