Disnakertrans Sumsel: TKA mayoritas asal China tahun 2025

id Sumsel,Disnakertrans Sumsel,Tenaga Kerja Asing,PT Pupuk Sriwijaya

Disnakertrans Sumsel: TKA mayoritas asal China tahun 2025

Ilustrasi - Pekerja menghancurkan paku bumi yang akan dijadikan tiang pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumsel. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Palembang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan menyebut mayoritas tenaga kerja asing (TKA) di daerah setempat berasal dari China atau 70 persen dari total 1.619 orang pada 2025.

Kepala Seksi Purna Kerja dan TKA Disnakertrans Sumsel Baidiah Febriani di Palembang, Sabtu, mengatakan TKA tersebut tersebar di 14 kabupaten dan kota di Sumsel, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Muara Enim.

“Jumlah TKA sekitar 1.619 orang dan hampir 70 persennya berasal dari China. Mereka paling banyak bekerja di Muara Enim, khususnya di sektor pertambangan,” katanya.

Ia menjelaskan selain di Muara Enim, TKA asal China juga bekerja di Kota Palembang, terutama di sektor industri, seperti di Pabrik Pupuk Sriwidjaja (Pusri).

“Di Palembang mereka ditempatkan di pabrik, seperti di Pusri. Mereka merupakan pekerja profesional untuk kebutuhan teknis dan operator mesin,” jelasnya.

Seluruh proses perizinan TKA dilakukan secara terpusat melalui kementerian terkait. Perusahaan pengguna TKA wajib mengajukan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang disertai tahapan wawancara dan verifikasi kompetensi.

“RPTKA diajukan karena memang dibutuhkan keahlian khusus, misalnya untuk pemasangan dan pengaturan mesin, termasuk turbin besar di pabrik,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran berkurangnya kesempatan kerja bagi tenaga lokal, ia memastikan keberadaan TKA tidak menggeser tenaga kerja Indonesia. Ini karena setiap TKA diwajibkan memiliki tenaga kerja pendamping dari lokal.

“Tenaga kerja pendamping wajib dari tenaga lokal agar terjadi alih pengetahuan. Setelah TKA selesai bekerja, tenaga kerja lokal diharapkan dapat melanjutkan,” kata Febriani.

Selain dari China, TKA yang bekerja di Sumsel juga berasal dari sejumlah negara lain, seperti Malaysia dan Jepang, meskipun jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan TKA asal China.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.