"BPBD ini tidak memiliki alat, sehingga jika terjadi longsor kami akan berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum untuk menggunakan alat berat," ujarnya.
BPBD Sumsel juga sudah melakukan pemetakan terhadap daerah rawan banjir. Untuk saat ini terdapat delapan daerah, yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Pematang Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin, Banyusin, Ogan Komering ulu (OKU), Kota Prabumulih, dan Palembang.
Menurut dia, saat ini sebanyak 12 daerah yang telah menetapkan siaga darurat banjir dan tanah longsor, yaitu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), OKU Timur, Ogan Ilir, Musi Rawas Utara, OKU Selatan, Musi Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas, Kota Prabumulih, dan Lubuklinggau.
Selain menyiapkan personil dan peralatan, pihaknya juga melakukan kegiatan rehabilitasi, rekonstruksi, dan juga pemulihan ekonomi pascabencana banjir di wilayah-wilayah terdampak bencana.
"Kami juga sudah membuka layanan kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan di setiap wilayah yang terdampak bencana untuk melayani para korban," jelasnya.
Iqbal mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, karena berdasarkan prediksi BMKG puncak hujan adalah bulan Maret, sehingga dikuatirkan debit air naik secara tiba-tiba, terutama pada malam hari.
"Selain itu, masyarakat juga mencari informasi baik itu langsung ke BPDB Kabupaten/Kota ataupun lewat media sosial terkait perkiraan cuaca yang disampaikan BMKG agar mendapatkan gambaran," kata dia.
BPBD Sumsel siagakan personel dan peralatan antisipasi banjir
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahabana di Palembang, Sabtu (20/7/2024). (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)
