Logo Header Antaranews Sumsel

Risiko pencernaan yang dihadapi bayi prematur

Rabu, 20 November 2024 16:27 WIB
Image Print
Ilustrasi bayi prematur. (ANTARA/Pexels)
GERD terjadi ketika makanan dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan karena otot penghubung antara lambung dan kerongkongan belum sempurna.

"Ini sering ditandai dengan muntah, gumoh berlebihan, atau bayi yang rewel setelah menyusu. Jika dibiarkan, GERD dapat mengganggu pertumbuhan bayi, menyebabkan iritasi esofagus, bahkan masalah pernapasan," ungkap Dr. Aryani.

Tidak matangnya saluran cerna juga meningkatkan risiko malnutrisi, lantaran penyerapan nutrisi yang tidak efisien dapat menyebabkan berat badan bayi sulit naik, keterlambatan perkembangan, hingga gangguan pada otak.

Persoalan umum lainnya yang dialami pada bayi prematur adalah alergi susu sapi, karena dinding usus belum matang, protein besar dari susu sapi dapat menembus usus dan memicu reaksi alergi, dengan gejala yang meliputi diare, muntah, atau ruam di kulit.

Oleh sebab itu, Dokter Ariani menyarankan pemberian ASI sebagai solusi terbaik, karena ASI alami mudah dicerna, mengandung antibodi, dan risiko alerginya sangat rendah.

ASI juga busa membantu perkembangan ‘gut barrier’ dan melindungi bayi dari infeksi.


 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Risiko pencernaan yang dihadapi bayi prematur

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026