Pengamat sebut penghapusan kredit macet UMKM demi dorong ekonomi

id kredit macet umkm,umkm sumut,umkm medan,airlangga hartarto,kredit perbankan

Pengamat sebut penghapusan kredit macet UMKM demi dorong ekonomi

Arsip foto - Pelaku UMKM Medan mengerjakan kriya berupa cincin di salah satu stan pameran "Bulan Layanan UMKM" 2023 di Medan, Rabu (28/6/2023). (ANTARA/Michael Siahaan)


Meski demikian, Gunawan berharap, pemerintah menerapkan regulasi yang ketat agar penyaringan UMKM yang layak mendapatkan penghapusan kredit macet berjalan dengan baik.

Dia juga mengemukakan pentingnya pihak perbankan tidak dirugikan dengan kebijakan tersebut.

"Saya berharap ada regulasi yang bisa memayungi perbankan," kata dia.

Pemerintah tengah membahas rencana penghapusan kredit macet di perbankan untuk para pelaku UMKM.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (17/7) menyebut bahwa peraturan-peraturan pendukung penghapusbukuan dan penghapustagihan kredit macet itu telah siap.

Sebelumnya ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14 dan 15 Tahun 2012, serta Peraturan OJK (POJK) Nomor 40 Tahun 2019 mengenai penilaian aktiva umum.

Terkini, terdapat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), yang di dalam Pasal 250 dan Pasal 251-nya memiliki ketentuan mengenai penghapusbukuan dan penghapustagihan piutang macet UMKM oleh bank BUMN.

Pasal 250 Ayat 2 UU PPSK menyatakan piutang macet pada bank dan/atau lembaga keuangan non-bank badan usaha milik negara kepada UMKM sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dilakukan penghapusbukuan dan penghapustagihan untuk mendukung kelancaran pemberian akses pembiayaan kepada UMKM.

Pasal 251 secara umum menyebut bahwa kerugian yang dialami bank dan/atau lembaga keuangan non-bank badan usaha milik negara dalam melaksanakan penghapusbukuan dan/atau penghapustagihan piutang bukan merupakan kerugian keuangan negara sepanjang dapat dibuktikan tindakan dilakukan berdasarkan iktikad baik, ketentuan peraturan perundang-undangan, anggaran dasar dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.