Chelsea revans atas Leicester demi ambil alih posisi ketiga setelah menang 2-1

id liga inggris,chelsea,leicester,var,jorginho,antonio ruediger,kelechi iheanacho

Chelsea revans atas Leicester demi ambil alih posisi ketiga setelah menang 2-1

Para pemain Chelsea merayakan keberhasilan Jorginho mengkonversi tendangan penalti ke gawang Leicester City di hadapan para suporter yang secara terbatas sudah diizinkan menyaksikan langsung lanjutan Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Selasa (18/5/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Catherine Ivill)

Jakarta (ANTARA) - Chelsea menuntaskan revans atas Leicester City demi mengambil alih posisi ketiga klasemen ketika memenangi pertemuan kedua tim dengan skor 2-1 dalam laga pekan ke-37 Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Antonio Ruediger dan Jorginho mencetak gol-gol ke gawang Leicester, menebus kekalahan Chelsea di final Piala FA akhir pekan kemarin.

Hasil itu membuat kedua tim bertukar tempat di klasemen, Chelsea naik ke posisi ketiga dengan koleksi 67 poin dan Leicester (66) turun ke peringkat keempat.

Leicester bahkan terancam keluar dari empat besar pasalnya Liverpool yang hanya terpaut tiga poin di bawahnya dan punya keunggulan selisih gol baru bertanding sehari berselang, demikian catatan laman resmi Liga Inggris.

Hanya tiga hari setelah gol mereka ke gawang Leicester dianulir oleh VAR dalam final Piala FA, Chelsea mendapati dua situasi serupa di babak pertama.

Pada menit ke-21, Timo Werner sukses menaklukkan kiper Kasper Schmeichel dari tengah kotak penalti, tetapi selebrasinya langsung berakhir sebab hakim garis sudah mengangkat bendera pertanda offside di tepi lapangan.

Lantas pada menit ke-34, Werner kembali melesakkan bola ke gawang Leicester menanduk sepak pojok kiriman Cesar Azpilicueta.

Selebrasi publik Stamford Bridge kemudian terhenti ketika layar besar memperlihatkan pertanda VAR tengah meninjau proses gol tersebut, sebelum wasit Mike Dean sepakat menganulirnya karena bola terlebih dulu mengenai tangan Werner sebelum bersarang ke gawang Leicester.

Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Chelsea buat Leicester rawan disalip Liverpool dalam perburuan empat besar
Dua keputusan merugikan itu menimbulkan koor cemoohan dari para suporter Chelsea ketika kedua tim memasuki ruang ganti untuk istirahat.

Dua menit memasuki babak kedua, cemoohan itu berubah menjadi sorak sorai gembira sebab Ruediger akhirnya betul-betul menjebol gawang Leicester memanfaatkan umpan sepak pojok kiriman Ben Chilwell demi membuka keunggulan Chelsea.

Lantas suporter Chelsea kembali meluapkan kegembiraan mereka saat Dean menghadiahi timnya dengan tendangan penalti lantaran Werner dijegal oleh Wesley Fofana di dalam kotak terlarang.

Jorginho yang menjadi algojo, melakukan eksekusi penalti khasnya demi menaklukkan Schmeichel dan menggandakan keunggulan Chelsea pada menit ke-66.

Setelah tertinggal dua gol, Leicester rupanya baru mulai menemukan ritme permainan mereka dan berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-76 melalui sontekan mudah Kelechi Iheanacho menyelesaikan umpan Wilfried Ndidi.

Gol itu sekaligus membuat Iheanacho memecahkan rekor sebagai pemain pertama di Liga Premier yang selalu bisa mencetak gol ketika timnya bermain di hari apapun dalam semusim.

Sayangnya, momentum kebangkitan Leicester dari gol itu berhasil diredam oleh Chelsea, termasuk lewat penyelamatan gemilang kiper Edouard Mendy atas tembakan Iheanacho dari tepian kotak penalti pada menit ke-81.

Masa injury time diwarnai hujan tiga kartu kuning, satu untuk Mendy yang membuang-buang waktu dan dua lainnya bagi Roberto Pereyra dan pemain cadangan Daniel Amartey karena terlibat keributan di pengujung laga.

Namun Chelsea mampu keluar dari pertandingan dengan raihan tiga poin penuh, untuk semakin memperkuat posisi mereka dalam perburuan empat besar.

Di pertandingan pemungkas yang dimainkan serempak pada Minggu (23/5), Chelsea akan bertandang ke Villa Park, Birmingham, menghadapi Aston Villa, sedangkan Leicester menjamu Tottenham Hotspur di Stadion King Power.