Dasco: Tragedi kemanusiaan di Palestina harus segera diakhiri

id DPR RI,Sufmi Dasco Ahmad,Palestina,Israel,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, info sumsel

Dasco: Tragedi kemanusiaan di Palestina harus  segera diakhiri

Arsip- Pengeboman pemukiman Palestina. (ANTARA FOTO/REUTERS / Ibraheem Abu Mustafa)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina harus segera diakhiri karena tindakan kekerasan Israel terhadap warga Palestina telah banyak menimbulkan korban jiwa.

"Kita semua prihatin dengan apa yang dialami warga Palestina, sekaligus mengecam keras tindakan Israel. Tragedi kemanusiaan ini harus segera diakhiri karena sudah terlalu banyak memakan nyawa orang tak berdosa" kata Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dia mengutuk aksi serangan tentara Israel terhadap warga Palestina dan tindakan tersebut bukan hanya kejahatan kemanusiaan, tetapi juga tragedi yang harus secepatnya dihentikan.

Karena itu Dasco mendesak pemerintah Indonesia untuk melancarkan protes keras dan turut berperan aktif menyuarakan kedamaian atas nama negara.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu mengingatkan amanat konstitusi kita harus disuarakan dengan lantang di tingkat internasional.

"Konstitusi kita jelas mengatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala Bangsa. Dan tujuan Indonesia merdeka juga salah satunya, melindungi segenap tumpah darah, menjaga ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial," ujarnya.

Dasco juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia turut serta menyuarakan perdamaian meskipun tidak turun ke jalan, serta mendoakan korban tragedi peperangan dan mendoakan ketenteraman dunia.

"Masyarakat kita jangan ikut-ikutan turun ke jalan karena kondisinya sedang banyak keterbatasan," katanya..

Menurut dia, cara yang paling tepat dilakukan saat ini adalah mendoakan agar dunia senantiasa dipayungi kedamaian, baik itu kedamaian di Palestina, kedamaian di Indonesia, maupun kedamaian di seluruh dunia.

 

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar