PGN realisasikan 19.099 sambungan jaringan gas rumah tangga di tengah pandemi

id PGN,jaringan gas,jargas,jargas rumah tangga,infrastuktur gas,infrastruktur PGN,gas bumi,gas bumi PGN

PGN realisasikan 19.099 sambungan jaringan gas rumah tangga di tengah pandemi

Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) (Persero) Tbk memeriksa meteran milik pelanggan rumah tangga di kawasan Rumah Susun Blok A 24 Ilir Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (31/1/18). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww/18.)

Palembang (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) merealisasikan pembangunan 19.099 sambungan jaringan gas rumah tangga sejak awal tahun hingga April 2020 atau sesuai dengan target yang diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, Jumat, PGN berupaya mencapai target pembangunan infrastruktur gas tersebut walau dihadapkan beragam kendala menyusul masuknya virus corona di Tanah Air.

“Kami bersyukur di tengah pandemi, pembangunan jargas rumah tangga tetap terlaksana sesuai jadwal pemerintah dan memenuhi standar yang ketat,” kata dia.

Hingga bulan April, progres jargas sudah dibangun di 9 Kota/ Kabupaten yaitu Aceh Utara, Dumai, Kabupaten Banggai, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Proboliinggo, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan Kota Mojokerto.

Progres ini sesuai dengan harapannya sehingga perusahaan sangat optimistis dapat memenuhi target yang diberikan pemerintah yakni sebanyak 266 ribu sambungan jargas rumah tangga hingga akhir tahun 2020.

Mengingat proyek ini di dilaksanakan di tengah pandemik darurat COVID-19 maka pembangunan menerapkan protokol kesehatan penanganan COVID-19 dalam pengerjaannya.

Namun perusahaan telah menganitisipasi beberapa kendala yang dihadapi akibat penyebaran COVID-19, antara lain tersendatnya mobilisasi pekerja proyek, material proyek, kesulitan dalam perolehan spareparts peralatan gas karena berasal dari negara terdampak COVID-19, serta terdapat kenaikan kurs US Dollar yang cukup signifikan.

Untuk itu, PGN berkoordinasi dengan BNPB, Ditjen Migas dan Pertamina Group untuk mendapatkan rekomendasi dan dukungan operasional selama masa tanggap darurat COVID-19 untuk distribusi material proyek. Selain itu, juga berkoordinasi dengan internal PGN maupun Pertamina Group terkait dengan penggunaan material stock pada proyek APBN.

Selain itu untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona, PGN mengeluarkan kebijakan pencatatan pamakaian gas selama status darurat pandemi COVID-19 untuk Pelanggan Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil, serta pembayaran tagihan gas melalui berbagai channel pembayaran online seperti Gopay, Tokopedia, LinkAja, dan Klik Indomaret sehingga pelanggan tidak perlu keluar rumah.

Sejauh ini, PGN telah mengelola lebih dari 390 ribu sambungan rumah tangga Jargas yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan panjang pipa lebih dari 3.800 KM.

Dalam mencapai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yaitu sebesar 4,7 juta SR sampai dengan tahun 2025, PGN dan Kementerian ESDM telah menyusun beberapa program Jargas, tidak hanya didanai melalui APBN akan tetapi juga dana internal PGN dan KPBU.

Adapun tahun 2020 akan dilakukan pengembangan jaringan dengan APBN sebanyak sekitar 266 ribu sambungan di 49 kabupaten/kota dan jargas mandiri dana PGN sebanyak 500 ribu sambungan pada tahun 2020-2021.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar