Delegasi UNESCO akui keindahan Lombok meski pernah dilanda gempa

id Keindahan Pulau Lombok,Diakui Delegasi Unesco,Asia Pacific Geopark Networks,APGN NTB 2019,Guy Martini,Gempa Lombok,Gempa

Delegasi UNESCO akui keindahan Lombok meski pernah dilanda gempa

Koordinator UNESCO Global Geopark (UGG) Council, Guy Martini. (FOTO ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Keindahan alam Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara (NTB) diakui delegasi UNESCO Global Geopark, meski daerah itu pernah dilanda gempa bumi beruntun pada 2018.

Koordinator UNESCO Global Geopark (UGG) Council, Guy Martini, mengungkapkan Pulau Lombok adalah tempat yang terindah dengan pantai yang bersih dan laut yang biru sehingga memanjakan mata.

"Saat menginap di Gili Trawangan, dari jendela tempat tidur kami dapat menyaksikan indahnya laut yang biru dan bersih. Seolah tak pernah diguncang gempa," katanya di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, saat tiba di Pulau Lombok, pada hari pertama ia beserta delegasi Asia Pacific Geopark Networks (APGN) 2019 lainnya menghabiskan waktu di Gili Trawangan selama tiga hari.

"Kami disambut dengan baik dan disuguhi acara yang megah," katanya.

Selain memuji keindahan alam Pulau Lombok, Guy Martini juga memuji upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa yang sudah berjalan kurang lebih setahun tersebut.

Ia mengatakan musibah gempa bumi serta seluruh proses rehabilitasi-rekonstruksi oleh pemerintah dan masyarakat NTB terus ia pantau perkembangannya. Masyarakat NTB bisa bergerak cepat untuk menjalani hidup seperti biasa dan secara normal.

Sementara itu peserta APGN 2019 asal China, Maggie menilai pascagempa bumi yang melanda Lombok-Sumbawa, rehabilitasi dan rekonstruksinyanya begitu cepat. Pemerintah dan masyarakat sudah sangat baik bekerja membangun kembali Lombok.

"Kerja bagus dari pemerintah," katanya.

"Kami mendengar tentang gempa di Pulau Lombok Indonesia. Namun ini bukan berita yang besar di negara saya," tambahnya.

Menurutnya gempa bumi di Lombok Indonesia, tidak membuat peserta APGN 2019 takut untuk datang ke Lombok.

"Di sini sangat indah dan banyak pantai," katanya.

Asia Pacific Geopark Networks (APGN) 2019 diikuti 700 peserta dari 35 negara. Kegiatan ini dimulai dari 30 Agustus hingga 6 September 2019.
 

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar